TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas merilis prakiraan daerah berpotensi banjir di wilayah Jawa Tengah untuk periode Januari 2026.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah kecamatan di Banyumas masuk dalam kategori potensi menengah hingga potensi tinggi terdampak banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan pemetaan ini menjadi dasar kewaspadaan dini bagi pemerintah daerah dan masyarakat, seiring intensitas curah hujan yang diprediksi masih tinggi pada puncak musim hujan.
"Peta potensi banjir ini kami sampaikan sebagai peringatan dini. Masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan, kami imbau meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir," ujar Dwi Irawan Sukma, kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Keluarga Pasien Jantung di Banyumas Sempat Dikira Begal Saat Coba Memberhentikan Mobil Pikap
Dalam rilis tersebut, BPBD Banyumas mencatat wilayah dengan potensi banjir menengah meliputi Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Cilongok, Gumelar, Jatilawang, Kalibagor, Kebasen, Kemranjen, Lumbir, Patikraja, Purwojati, Purwokerto Selatan, Rawalo, Sokaraja, Somagede, Sumpiuh, Tambak, dan Wangon.
Sementara itu, wilayah dengan potensi banjir tinggi mencakup Kecamatan Ajibarang, Baturraden, Cilongok, Gumelar, Kedungbanteng, Kembaran, Patikraja, Purwojati, Purwokerto Barat, Purwokerto Selatan, Purwokerto Timur, Purwokerto Utara, Sokaraja, dan Wangon.
Potensi banjir dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain curah hujan tinggi, kondisi daerah aliran sungai (DAS), sistem drainase, serta aktivitas manusia di kawasan rawan genangan.
Pihaknya sudah menginstruksikan jajaran BPBD bersama relawan dan pemerintah kecamatan melakukan langkah antisipasi, seperti pengecekan titik rawan banjir, kesiapan logistik, serta koordinasi dengan perangkat desa.
BPBD Banyumas juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, rutin membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing, serta segera melaporkan jika terjadi tanda-tanda bencana.
"Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Banyumas 24 jam di nomor 0815-4880-8886," terangnya. (jti)