TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Warga Desa Siasem, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang mengapung di saluran irigasi pada Rabu (14/1/2026).
Penemuan tersebut segera menarik perhatian warga sekitar lokasi kejadian.
Mayat perempuan itu pertama kali diketahui oleh Toip (54), seorang petani yang tengah beraktivitas di sekitar area irigasi.
Melihat adanya tubuh manusia mengapung di aliran air, saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada warga setempat.
Bersama warga lainnya, korban selanjutnya dievakuasi dari dalam irigasi sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi.
Kondisi korban saat ditemukan memunculkan dugaan awal terkait penyebab kematian.
Kapolsek Wanasari Iptu Joko Widiyanto menjelaskan, korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup dan tidak mengenakan busana.
Baca juga: "Keji, Sadis dan Tak Manusiawi" Gunawan Pembunuh Baladiva Gadis Kendal Dituntut Hukuman Mati
Baca juga: Foto-foto Perbaikan Jalur Pantura Kaligawe Kota Semarang
"Peristiwa tersebut kemudian di laporkan ke Polsek Wanasari."
"Anggota kami dari Unit Reskrim kemudian mendatangi lokasi kejadian," ujarnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara, jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Usai melakukan penyelidikan, kata Kapolsek, jenazah kemudian dibawa ke ruang jenazah RSUD Brebes guna pemeriksaan lenbih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan fisik pada tubuh korban.
"Dari hasil pemeriksaan tenaga medis, tidak ditemuka adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," terangnya.
Guna mengungkap identitas korban, pihak kepolisian melakukan koordinasi dengan Unit Inafis Satreskrim Polres Brebes.
"Dari hasil pengecekan sidik jaru, ditemukan identitas korban atas nama Khoriyah (55) buruh tani warga Desa Tegalgandu, Wanasari Brebes," terangnya.
Setelah identitas korban diketahui, aparat kepolisian kemudian melakukan penelusuran untuk menemukan pihak keluarga korban guna proses lebih lanjut.
"Usai ditemukan identitas korban, kata Kapolsek, pihaknya kemudian mencari alamat keluarga korban.
"Keluarga korban menerangkan bahwa korban menderita gangguan jiwa (ODGJ).
Sejak sekitar tahun 2011 setelah di tinggal oleh suaminya menikah lagi."
"Korban sehari hari nya tinggal di rumah sendirian dan di kunci dari luar oleh saudra korban karena korban sering keluar dalam posisi telanjang."
"Kini jazad korban kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya. (pet).