BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah sepekan lebih banjir rob merendam sejumlah kawasan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan kini genangan air berlangsung surut.
Meski air mulai surut, puncak air pasang diprediksi kembali terjadi pada 17-21 Januari 2026.
Warga diminta tetap waspada terkait potensi banjir rob yang bakal balik lagi di pertengahan Januari 2026.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Husni Thamrin mengingatkan warga yang khususnya bermukim di dekat sungai, supaya mampu menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sungai
"Tidak lagi membuang sampah di sungai. Terutama sampah-sampah plastik yang kerap ditemukan di sungai-sungai," ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Lowongan Kerja RS Islam Banjarmasin, Terbuka Bagi Lulusan S1, Cek Posisi Dibutuhkan
Baca juga: Lowongan Kerja RSU Permata Husada Banjarbaru, Terbuka Untuk 2 Posisi Ini, Cek Syarat Kualifikasinya
Akibat dari sampah yang dibuang sembarangan membuat drainase buntu dan aliran sungai tidak lancar.
Sehingga air meluber ke jalan-jalan dan merendam kawasan pemukiman warga, bahkan air pun bisa meluap sampai masuk rumah.
"Selain sampah, gulma maupun tanaman liar menutupi sungai sehingga arus penurunan air melambat," bebernya.
Bangunan rumah penduduk turut membuat sungai menyempit. Pihaknya berharap warga tidak membangun rumah di bantaran sungai, terlebih menutupi sungai.
Terpenting menurut Husni Thamrin, semua pihak baik warga RT, RW hingga kecamatan agar bisa gotong royong secara rutin dalam membersihkan lingkungan hingga sungai.
"Tidak hanya saat insidentil saja, sehingga sungai-sungai di Banjarmasin siap agar meminimalisasi terjadinya bencana," tegasnya.
Pihaknya mengaku siaga apabila harus melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir, dengan membuka posko pengungsian sebagaimana telah dilakukan beberapa waktu lalu di Sungai Lulut Dalam.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin saat ini tengah getol melakukan normalisasi di sejumlah sungai, utamanya sungai-sungai yang dinilai jadi prioritas untuk dibenahi.
Pengerukan sungai sudah dilakukan di antaranya Pulau Insan, Sungai Belitung, Sungai Gampa, Sungai Saka Pangilun, Sungai Miai, Sungai HKSN, dan Sungai Gatot.
"Normalisasi sungai membutuhkan biaya besar. Ini harus menjadi kerja bersama. Sungai yang lebar dan tidak dangkal akan menjadi tampungan air yang baik saat debit air tinggi atau puncak pasang," ujar Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)