11 KK Segera Tempati Hunian Baru, Pembangunan Hunsela Kapalo Koto Padang Kini 70 Persen
January 15, 2026 03:02 PM

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pembangunan Hunsela Kapalo Koto di Kecamatan Pauh, Kota Padang, telah mencapai 70 persen, Kamis (15/1/2026).

Hunian sehat dan layak ini disiapkan untuk 11 kartu keluarga (KK) korban banjir bandang yang terjadi November lalu.

Sejak dimulai awal Desember 2025, Pembangunan Hunsela Kapalo Koto terus dikerjakan secara bertahap.

Proses pembangunan saat ini masih berjalan dengan fokus penyelesaian struktur bangunan.

Personel TNI dari Jambi dan mahasiswa KKN asal Bengkulu terjun langsung ke lapangan demi memastikan korban banjir bandang segera memiliki rumah layak.

Pantauan Tribunpadang.com di lapangan sekira pukul 12:38 WIB, terlihat beberapa orang yang terdiri dari Karang Taruna, KPA Bias, Mapala se Sumbar, TNI, mahasiswa Universitas Bengkulu dan masyarakat lainnya.

Baca juga: RSJ Dr Yaunin Gelar Seminar Bahaya Bullying dan Napza, Fokus Lindungi Kesehatan Jiwa Anak

Di lokasi, TNI terlihat ikut membantu pembangunan hunsela. Sementara para tukang atau pekerja juga gencar membangun hunsela.

Tampak ada yang mendirikan rangka hunsela, mengangkut pasir, memahat tiang kayu dan lain sebagainya.

Di sisi lain, tampak juga mahasiswa KKN Universitas Bengkulu dan masyarakat lainnya memasak makanan untuk pekerja di lokasi.

Ketua Karang Taruna Kapalo Koto, Muhammad Ilham mengatakan pembangunan sudah mendekati 70 persen.

Pembangunan hunsela terus dikebut dan berbagai pihak masih terus membantu di lokasi.

Baca juga: Kamar Hotel Nonbintang di Sumbar Sepi Peminat, Tingkat Hunian Rendah Cuma 14 Persen November 2025

Bahkan, pembangunan juga ikut dibantu oleh TNI, yakni dari Yonif TP 844/Kesatria Batang Hari, Kabupaten Tebo, Jambi.

"Alhamdulillah pembangunan sudah mencapai 70 persen. Kita juga dibantu oleh TNI sebanyak 27 orang," ungkapnya.

Ia menjelaskan, TNI sudah membantu sejak dua minggu lalu dan bakal membersamai hingga selesai pembangunan.

Tak hanya TNI, pembangunan hunsela juga dibantu oleh mahasiswa KKN dari Universitas Bengkulu.

"Mereka juga bantu memasak makanan bagi pekerja dan membangun hunsela," pungkasnya.

Baca juga: Maigus Nasir Tutup Porsema II, Berharap Mampu Tingkatkan Kompetensi dan Kualitas Pendidik

Dokter Batalion Yonif TP 844/Kesatria Batang Hari, Kabupaten Tebo, Jambi, Letda CKM, dr. Rafian Fikri mengatakan ikut membantu korban bencana di Sumbar.

Mulai di Padang, Pesisir dan daerah lainnya yang terdampak. Khusus di Kapalo Koto, sebanyak 27 anggotanya ikut membantu pembangunan hunsela hingga selesai nanti.

"Kita ada 27 anggota, ikut membantu pembangunan ini sampai selesai," tambahnya.

Dibangun di Tanah Kaum

Pembangunan hunian sehat dan layak di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang dibangun di atas tanah kaum Suku Tanjung.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Kapalo Koto, Muhammad Ilham saat ditemui Tribunpadang.com di lokasi pembangunan hunsela, Kamis (25/12/2025).

Ilham mengatakan hunsela di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto dibangun di atas tanah kaum suku Tanjung.

“Tanahnya dari kaum suku Tanjung. Setelah dilakuan musyawarah dan diserahkan untuk dibangun hunsela,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, luas tanah kaum suku Tanjung untuk pembangunan hunsela berkisar kurang lebih 3 hektar.

Baca juga: Padang Butuh Dukungan Pemerintah Pusat Usai Banjir Bandang Rugikan Daerah Rp 1,3 Triliun

“Luas tanahnya sekitar 3 hektar,” sebutnya.

Sama halnya dengan Ilham, Koordinator Tukang pembangunan hunsela bernama Dasrul mengatakan bahwa hunsela didirikan di atas tanah kaum suku Tanjung.

“Hunsela dibangun di atas tanah kaum suku Tanjuang Pauh V,” terangnya.

“Pembangunan ini telah disepakati bersama kaum suku Tanjuang Pauh V. Nanti dihuni oleh 11 kk terdampak bencana banjir bandang,” tambahnya.

PEMBANGUNAN HUNSELA PADANG: Penampakan bangunan hunian sehat dan layak (hunsela) di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (25/12/2025). Hunsela ini berupa rumah pribadi yang disediakan tanahnya oleh kaum Suku Tanjung di Kampung Talang.
PEMBANGUNAN HUNSELA PADANG: Penampakan bangunan hunian sehat dan layak (hunsela) di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (25/12/2025). Hunsela ini berupa rumah pribadi yang disediakan tanahnya oleh kaum Suku Tanjung di Kampung Talang. (Padang.tribunnews.com/Muhammad Iqbal)

Lokasi Hunsela

Karang Taruna Kapalo Koto, relawan dan NGO membangun hunian sehat dan layak (hunsela) untuk korban terdampak banjir bandang di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Hunsela ini berupa rumah pribadi yang disediakan tanahnya oleh kaum Suku Tanjung di Kampung Talang.

Baca juga: Rincian Kerugian Banjir Bandang Padang: Infrastruktur Rp 830 Miliar, Rumah Warga Rp 350 Miliar

Diketahui, lokasi hunsela berada di Kampung Talang, Koto Tuo, Kelurahan Kapalo Koto, sebelum jembatan kawasan Batu Busuk.

Lokasi tepatnya berada setelah SMPN 44 Padang, beberapa meter ke depan terdapat jalan kecil beraspal.

Menghabiskan waktu sekira 3 menit, telah sampai di lokasi. Hunsela berdiri di sebelah kiri jalan, berdekatan dengan huntara.

Kurang lebih sekitar 50 meter dari bangunan huntara dengan hunsela.

Ketua Karang Taruna Kapalo Koto, Muhammad Ilham mengatakan pembangunan hunsela sudah berlangsung selama lima hari.

Baca juga: Banjir Bandang Padang Timbulkan Kerugian Rp 1,3 Triliun, Infrastruktur Rusak Terparah

"Pembangunan hunsela kita mulai pada tanggal 21 Desember 2025 lalu," ungkapnya saat ditemui di Kampung Tanjung, Kelurahan Kapalo Koto, Kamis (25/12/2025).

Ia menjelaskan, nantinya hunsela bakal dibangun sebanyak 10 unit untuk masyarakat yang terdampak banjir bandang.

Dengan ukuran panjang 7 meter serta memiliki lebar 3,6 meter.

"Total 10 unit, nantinya masyarakat yang menetap di huntara bakal menghuni hunsela ini," pungkasnya.

"Kurang lebih sebanyak 10 kartu keluarga yang akan menetap di hunsela," sambung Ilham.

Hunsela kata Ilham, ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025 dan langsung dihuni oleh warga.

Baca juga: Rincian Kerugian Banjir Bandang Padang: Infrastruktur Rp 830 Miliar, Rumah Warga Rp 350 Miliar

"Kita menargetkan 10 unit hunsela rampung di akhir tahun ini. Sekarang sudah berdiri sebanyak 4 unit," pungkasnya.

Sedangkan untuk anggaran pembangunan hunsela, berkisar kurang lebih Rp15 juta untuk satu unit.

"Satu unit menghabiskan Rp15 juta dan Rp2 juta untuk biaya tukang. Selebihnya dibantu oleh relawan," tuturnya.

"Tukangnya dari waga dan pekerjannya dibantu oleh relawan," sebutnya.

Dana pembangunan hunsela juga dibantu oleh IKA Unand, ITB dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

"Selain itu juga dibantu oleh para donatur," tambahnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.