Ke Toraja Jangan Cuma Kunjungi Objek Wisata, Main Juga ke Desa Wisata Lembang Nonongan
January 15, 2026 04:47 PM

TRIBUNTORAJA.COM - Lembang Nonongan, sebuah desa wisata di Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. 

Jarak dari kota Rantepao, ibukota Toraja Utara, sekitar 10 kilometer.

Pemandangan Lembang Nonongan sungguh indah.

Hamparan sawah berundak, rumah adat tongkonan yang berdiri anggun, serta udara sejuk pegunungan menjadi sambutan pertama bagi setiap pengunjung yang menjejakkan kaki di wilayah ini.

Berada di dataran tinggi Toraja, Lembang Nonongan dikenal sebagai desa yang masih menjaga keseimbangan antara alam dan tradisi.

Desa ini tak hanya menawarkan panorama hijau yang menenangkan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata berbasis budaya yang hidup dan autentik.

Keistimewaan Lembang Nonongan terletak pada kuatnya tradisi yang dijaga masyarakat. 

Pada waktu-waktu tertentu, pengunjung berkesempatan menyaksikan upacara adat Toraja yang berlangsung secara terbuka, dengan tata cara dan simbol-simbol budaya yang diwariskan turun-temurun.

Lembang Nonongan juga terkenal dengan atraksi atau kegiatan gotong-royong.

Seperti atraksi To ma'lambuk pare, To meuai, Tomangrengnge' baka, Toma'dena'-dena' , To ma'pompang, To ma'bate kopi, To ma'gellu', To mantanan pare.

Berikut penjelasan dari atraksi-atraksi tersebut:

To ma’lambuk pare adalah kegiatan pembersihan dan pengolahan awal sawah, termasuk membersihkan sisa jerami dan merapikan petak sawah sebelum musim tanam. Kegiatan ini biasanya dilakukan secara gotong royong, menandai dimulainya siklus tanam padi.

To meuai merupakan aktivitas membajak sawah, baik menggunakan kerbau maupun alat pertanian sederhana. Bunyi lumpur yang teraduk dan langkah kerbau menjadi pemandangan khas saat musim tanam tiba.

Tomangrengnge’ baka adalah kegiatan memperbaiki dan membersihkan saluran irigasi agar aliran air ke sawah tetap lancar. Warga menyadari air sebagai sumber kehidupan, sehingga pekerjaan ini dilakukan bersama-sama.

Toma’ dena’-dena’ merupakan kegiatan menyiangi rumput liar dan tanaman pengganggu di sawah maupun kebun. Aktivitas ini menuntut ketelatenan dan biasanya dilakukan berjam-jam di bawah terik matahari.

To ma’pompang adalah kegiatan menjaga sawah dari gangguan hama, terutama burung. Mereka membuat bunyi-bunyian sederhana dari bambu atau kaleng, menjadi suara khas pedesaan Nonongan.

To ma’bate kopi yaitu kegiatan memetik kopi saat musim panen. Perbukitan Toraja yang sejuk membuat kopi tumbuh subur. Panen kopi sering menjadi momen kebersamaan keluarga.

To ma’gellu’ adalah aktivitas menjemur hasil panen, seperti padi atau kopi, di halaman rumah atau pinggir jalan desa. Hamparan hasil panen yang dijemur menjadi pemandangan sehari-hari yang alami.

To mantanan pare merupakan tahapan menanam bibit padi di sawah. Biasanya dilakukan oleh para perempuan, sambil bekerja mereka bercengkerama, memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas sosial.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.