Perkuat Transparansi PBJ, Pemkot Mojokerto Gandeng 11 Penyuplai Kertas Dalam Konsolidasi e-Katalog
January 15, 2026 06:05 PM

 

SURYA.CO.ID, KOTA MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto memperkuat transparansi dalam pengadaan barang dan jasa (PBJ) melalui optimalisasi katalog elektronik (e-katalog) tahun 2026.

Komitmen itu tertuang dalam konsolidasi pengadaan barang dan jasa Alat Tulis Kantor (ATK) berupa kertas untuk mendukung e-katalog tersebut. 

Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, pemkot telah melakukan penandatanganan kontrak dengan 11 penyedia ATK untuk menyuplai kebutuhan kertas e-katalog. 

"Penandatanganan kontrak hari ini bukan hanya administratif, melainkan wujud transformasi digital pengadaan dengan memanfaatkan katalog elektronik lokal," kata Gaguk saat konsolidasi pengadaan di Balai Kota Mojokerto, Kamis, (15/1/2026). 

Menurut Gaguk, e-katalog adalah bagian dari transformasi digital untuk pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemkot Kota Mojokerto yang lebih transparan dan akuntabel. 

Hasil konsolidasi pengadaan juga diumumkan usai dilaksanakan penandatanganan kontrak payung (jangka panjang). 

"Dengan mekanisme konsolidasi, belanja daerah bisa dilakukan secara lebih baik dan anggaran menjadi lebih optimal, efisien dan tepat sasaran," tegasnya. 

Tahapan Pengadaan Katalog Elektronik

Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Pembangunan Pemkot Mojokerto, Febri Emayanti menjelaskan, tahapan konsolidasi sesuai aturan yang berlaku dan pemanfaatan katalog elektronik demi mewujudkan pengadaan barang/ jasa yang efektif, efisien, transparan serta akuntabel. 

Febri memaparkan, proses konsolidasi pengadaan ATK untuk e-katalog Kota Mojokerto diawali pengumuman pada 23 Desember 2025 lalu.

Tahapan selanjutnya, dokumen penawaran oleh peserta dan sarana penjelasan teknis serta klarifikasi kepada para calon penyedia pada 29 Desember 2025.

"Total ada 19 peserta dokumen penawaran, kemudian pokja mengevaluasi hingga pembuktian kualifikasi administrasi dan legalitas secara cermat dan objektif. Hasilnya, 15 peserta dan 4 peserta gugur," bebernya. 

Febri menambahkan, tahapan selanjutnya negosiasi teknis/ layanan dengan spesifikasi harga yang hasilnya sebanyak 11 peserta sepakat dan 4 peserta gugur atau tidak sepakat dengan harga negosiasi konsolidasi. 

"Seluruh tahapan dilaksanakan dengan penuh transparansi, akuntabilitas dan persaingan usaha yang sehat," tukasnya. 

Sebanyak 11 penyedia yang terpilih di antaranya, Agung Pramono Sedayu, Basuki Rohmat, PT Medical Jaya Group, CV Berkat, CV Cahaya Permata Lestari, CV Poernama Baru Indonesia, PT Harfindo Jaya Abadi, PT Amanah Multi Usaha, PT Kirana Astha Brata, CV Sinar Karunia Sulung dan PT Sumber Gama Abadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.