Cerita di Balik Mayat Dibonceng Motor di Ulubongka Tojo Una-una Sulteng
January 15, 2026 07:29 PM

TRIBUNPALU.COM, TOUNA - Video mayat dibawa pakai sepeda motor Viral di jagad maya warga Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah.

Mayat terbungkus kain kafan terlentang di bagian belakang motor dengan papan sebagai penopangnya.

Video itupun dibagikan beberapa akun Facebook, termasuk Mathovana Metha.

Motor dikemudikan seorang pria dengan pengawalan pengendara motor lainnya. 

Di balik video Viral itu rupanya ada kisah menyayat hati.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Ulubongka, berjarak sekira 22 Km dari kecamatan ibu kota Kabupaten Tojo Una-una.

Identitas mayat itu diketahui bernama Pirna (19), warga Dusun Kalamba, Desa Uematopa, Kecamatan Ulubongka.

Baca juga: DPRD Tojo Una-una Laporkan Korlap Demo Nelayan ke Polres atas Perusakan Fasilitas

Dia meninggal dunia usai mengalami pendarahan pascamelahirkan.

Pirna diketahui melahirkan pada 5 Januari 2026 di lahan perkebunan Dusun Kalamba.

Persalinan itu dibantu dukun. 

Saat proses persalinan, ibu dan bayi dalam kondisi selamat.

Namun, tiga hari setelah melahirkan, Pirna mengalami pendarahan. 

Pirna tak segera dibawa ke fasilitas kesehatan dan hanya mendapatkan perawatan dari dukun setempat.

Itu karena Uematopa jauh dan terpencil di pegunungan Kecamatan Ulubongka, berjarak 135 kilometer dari ibu kota kecamatan.

Pada 14 Januari 2026 sekitar pukul 09.00 Wita, pihak keluarga akhirnya membawa Pirna ke Puskesmas Dataran Bulan, Kecamatan Ampana Tete. 

Jarak antara Desa Uematopa dan Puskesmas Dataran Bulan secara garis lurus tidak terlalu jauh.

Namun karena kondisi geografis yang sangat ekstrem di pegunungan Ulubongka, jarak tempuh perjalanannya cukup signifikan dan sulit diukur dengan standar jalan raya biasa.

Jarak tempuh melalui jalur darat diperkirakan berkisar antara 45 kilometer dengan waktu tempuh 3 hingga 5 jam, tergantung pada kondisi cuaca dan moda transportasi yang digunakan.

Baca juga: Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat Tipis Kamis 15 Januari 2026

Setibanya di Puskesmas, dokter merujuk pasien ke RSUD Ampana.

Saat itu, ambulans Puskesmas Dataran Bulan tengah membawa pasien lain ke RSUD Ampana.

Sekitar pukul 14.00 Wita, Pirna akhirnya dibawa menggunakan mobil warga setempat, dengan pengawalan Bidan Desa dan Kader dari Dusun Paria.

Jarak Puskesmas Dataran Bulan ke RSUD Ampana berkisar 80 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam menggunakan kendaraan darat.

Dalam perjalanan menuju RSUD Ampana, Pirna menghembuskan napas terakhirnya di wilayah Popanga. 

Mengetahui hal tersebut, rombongan langsung membawa jenazah kembali ke kampung halaman.

Setibanya di Desa Sukamaju, pihak keluarga berupaya mencari kendaraan untuk mengantar jenazah ke Desa Uematopa.

Tidak ada mobil yang bersedia mengantar mayat karena akses jalan yang sulit dan hanya dapat dilalui kendaraan tertentu.

Baca juga: Pemprov Sulteng Jalin Kerja Sama dengan ITB untuk Pengembangan SDM dan Infrastruktur

Karena hari mulai malam, keluarga dan masyarakat setempat akhirnya membawa jenazah menggunakan sepeda motor.

Suami Pirna membawa mayat sang istri dengan sepeda motornya.

Jalan tanah dengan pendakian berliku dilaluinya hingga sampai ke kampung halaman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.