Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Jalan terkena longsor kemudian dibangun jembatan darurat oleh warga yang menghubungkan Desa Wates Kecamatan Jenangan dengan Desa Wagir Lor Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jatim rupanya sudah mendapatkan atensi.
Hal itu terkuak dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo. Tahun lalu, sudah ada alokasi anggaran rehabilitasi rekonstruksi (RR) senilai Rp 2,7 miliar dari BNPB.
Akan tetapi usulan yang telah disetujui itu, ditinjau ulang oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sehingga perbaikan gagal terealisasi tahun 2025.
Baca juga: Kades Buka Suara Soal Warga Gendong Anak Lewati Jembatan Darurat yang Nyaris Putus di Ponorogo
Hingga ada viral di media sosial, warga gendong anak saat melintasi jembatan darurat di Jalan Alternatif yang menghubungkan Desa Wates Kecamatan Jenangan dengan Desa Wagir Lor Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jatim.
“Yang viral di media sosial sebenarnya sudah mau dibangun. Oktober 2025 tandatangan SPPH (Surat Penetapan Penerima Hibah). November-Desember nota hibah bupati ke BNPB,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, Kamis sore.
Akan tetapi, 2025 ada kebijakan baru bahwa hibah ditinjau ulang. 2026 ini segera diproses ulang. Semua sudah diproses 10 Januari 2026 ini.
“Tetapi kembali regulasi ulang, itu pasti digarap akhir tahun juga. Jadi muncul longsoran baru. Jalan yang tinggal 50 centimeter bisa habis,” katanya.
Karena itu, Masun telah konsultasi dengan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dan Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo.
“Ada solusi, kemungkinan menggunakan sumber dana provinsi . Opsi lainnya itu, menggunakan alokasi belanja tidak terduga (BTT) Jatim.
Entah skema mana yang terealisasi, rencana tersebut diharapkan mempercepat penanganan bencana di Desa Wagir Lor.
“Nanti untuk hasil rapatnya akan saya share ya mbak,” pungkasnya
Viral di media sosial, warga gendong anak saat melintasi jembatan darurat di Jalan Alternatif yang menghubungkan Desa Wates Kecamatan Jenangan dengan Desa Wagir Lor Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jatim.
Video yang diterima Tribunjatim Network ada 2. Video pertama berdurasi 24 detik. Dalam video itu terlihat bapak-bapak menggunakan baju keki menggendong anak perempuan menggunakan seragam sekolah dasar.
Baca juga: Kereta Kelinci Ponorogo Dilarang Beroperasi di Jalan Umum, Akan Ada Penindakan Jika Membandel
Yang kedua, bapak-bapak menggendong anak laki-laki menggunakan seragam sekolah dasar. Kedua bapak-bapak ini terlihat berhati-hati saat melintasi jembatan darurat. Lantaran kayu papannya lepas.
Kemudian video kedua berdurasi 39 detik. Anak-anak siswa SD menggunakan baju olahraga menyeberangi jembatan darurat yang nyaris putus itu sambil memegang tangan guru mereka yang menunggu di seberang.
“Iya, anak saya yang digendong kemarin itu,” ungkap Sarmini, salah satu ibu yang mengantarkan anak sekolah dengan jalan kaki saat melintasi jembatan darurat, Rabu (14/1/2026).
Dia mengatakan memilih berjalan kaki. Walaupun jembatan darurat yang selama dua hari nyaris ambrol karena kayu terlepas dari tempatnya sudah terpasang kembali.
“Tetapi ya tetap gak berani naik motor. Memilih jalan saja. Kasihan anaknya kalau kenapa-kenapa. Memilih yang aman saja,” katanya.
Menurutnya, misal memutar sangat jauh. Dia harus menempuh jarak 10 kilometer dari rumahnya ke sekolah anaknya di RA Muslimat Wagir Lor.
“Akhirnya ya jalan saja walaupun sekitar 15 menit sampai 30 menit. Jauh lo sekolah anak saya. Tapi lebih baik jalan kaki saja, tidak memutar,” urainya.