TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Wali Kota Jambi Maulana tidak ingin Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan setengah-setengah.
Ia mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan MBG Kota Jambi di Aula Bappeda Kota Jambi, Kamis (15/1/2026).
Rapat yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB itu menjadi ajang konsolidasi lintas sektor. Semua pihak yang terlibat dipertemukan dalam satu meja, mulai dari unsur perangkat daerah hingga pelaksana teknis di lapangan.
Baca juga: Sejumlah Siswa SMPN 1 Merangin tak Dapat MBG karena Ompreng Tertinggal di SPPG
Di hadapan peserta rapat, Maulana menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program pembagian makanan. Program ini, kata dia, memiliki rantai panjang yang harus dikelola secara serius dan terukur.
“MBG ini membutuhkan orkestrasi kerja sama yang luar biasa. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” tegas Maulana.
Ia mengingatkan, persoalan ketersediaan bahan pokok menjadi titik rawan yang harus dikawal sejak awal. Jika pasokan terganggu, dampaknya bukan hanya pada program, tetapi juga pada stabilitas ekonomi daerah.
“Kalau bahan pokok tidak tersedia, efek dominonya bisa ke inflasi. Ini yang tidak boleh kita biarkan,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, setiap pihak diberi kesempatan menyampaikan harapan sekaligus kendala yang dihadapi di lapangan. Maulana menilai keterbukaan menjadi kunci agar masalah bisa diselesaikan lebih cepat.
Baca juga: Siswa SMPN 1 Merangin Tidak Menerima MBG Dari SPPG Di Merangin Jambi
Pemerintah Kota Jambi, lanjut Maulana, mengambil peran sebagai fasilitator utama. Kepala daerah, katanya, tidak boleh hanya menuntut hasil tanpa hadir menyelesaikan persoalan.
“Kami memfasilitasi kebutuhan dan masalah yang ada. Pemerintah harus hadir, bukan hanya memberi target,” katanya.
Maulana juga membeberkan target konkret percepatan MBG di Kota Jambi. Saat ini, baru 38 dapur MBG yang beroperasi.
“Di bulan Juni nanti kita targetkan 74 dapur MBG sudah berjalan,” ungkapnya.
Seiring bertambahnya dapur, jumlah penerima manfaat juga akan melonjak tajam. Saat ini, penerima manfaat Program MBG di Kota Jambi baru mencapai sekitar 94 ribu orang.
“Target kita ke depan 274 ribu penerima manfaat,” tegas Maulana.
Penerima manfaat itu mencakup anak-anak sekolah, ibu hamil, hingga guru. Menurut Maulana, kelompok-kelompok tersebut menjadi prioritas karena menyangkut kualitas sumber daya manusia ke depan.
Ia menegaskan, rapat koordinasi ini bukan seremoni semata. Evaluasi dan koordinasi akan dilakukan secara berkelanjutan.
“Pertemuan ini tidak hanya satu kali. Akan kita buat terus sampai program ini benar-benar berjalan optimal,” pungkasnya. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)