Fondasi Jembatan Penghubung Kedungkebo-Kaligawe Pekalongan Ambrol, Mobil Dilarang Melintas
January 15, 2026 04:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Akses utama yang menghubungkan Desa Kedungkebo dan Kaligawe, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan terganggu setelah fondasi jembatan penghubung kedua desa tersebut ambrol akibat tergerus derasnya aliran sungai.

Kondisi ini mengakibatkan jembatan hanya dapat dilalui sepeda motor, sementara mobil tidak diperkenankan melintas demi keselamatan.

Sekretaris Camat Karangdadap, Juni Indrawati mengatakan, ambrolnya fondasi jembatan dipicu hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kondisi fondasi sebelumnya memang sudah memprihatinkan sehingga tidak mampu menahan derasnya aliran air sungai.

Baca juga: Longsor Tutup Jalur Karanganyar-Lebakbarang Pekalongan

• Kandang Panjang dan Degayu Disiapkan Jadi Ikon Ekowisata Baru Pekalongan

"Fondasinya sudah dalam kondisi kurang baik. Saat terjadi hujan besar dan aliran sungai deras, akhirnya tergerus dan ambrol," ujar Juni Indrawati kepada Tribunjateng.com, Kamis (15/1/2026).

Dia menjelaskan, pihak desa telah menyusun dan mengajukan proposal perbaikan jembatan.

Proposal tersebut telah masuk ke DPU Taru Kabupaten Pekalongan untuk segera ditindaklanjuti.

"Proposal perbaikan sudah disampaikan dan saat ini menunggu tindaklanjut dari DPU Taru Kabupaten Pekalongan," jelasnya.

Guna mengantisipasi risiko kecelakaan, pemerintah setempat telah memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi jembatan.

Rambu tersebut menegaskan, jembatan dalam kondisi mengkhawatirkan dan tidak aman dilintasi mobil.

"Saat ini jembatan hanya bisa dilalui sepeda motor. Mobil tidak boleh melintas karena membahayakan," tegasnya.

Juni menambahkan, meskipun akses utama terganggu, warga masih dapat memanfaatkan jalur alternatif lain.

Selain itu, warga bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas telah melakukan kerja bakti untuk membersihkan area sekitar jembatan.

Sementara itu, Kapolsek Karangdadap, AKP Sumianto menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi risiko kecelakaan dan mencegah kerusakan lebih lanjut, pihak kepolisian segera mengambil langkah pengamanan dengan memasang garis polisi di area terdampak.

"Kondisi pondasi jembatan sebelah timur jalur utara sudah longsor dan membahayakan."

"Oleh karena itu, kami langsung memasang garis polisi sebagai tanda peringatan agar pengguna jalan lebih berhati-hati," jelasnya.

Baca juga: Kejar Sanitasi Layak, Pemkot Pekalongan Intensifkan Program Jambanisasi

• Perkuat UHC, Pemkot Pekalongan Gandeng RS Karomah Holistik

Dia menambahkan, kendaraan dengan muatan berat untuk sementara waktu dilarang melintasi lajur tersebut. 

Getaran dari kendaraan berat dikhawatirkan dapat memperparah longsoran dan berpotensi menyebabkan keruntuhan struktur jembatan secara keseluruhan.

"Kami mengimbau pengendara, khususnya kendaraan bermuatan berat, agar tidak melintas. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas karena jembatan ini merupakan akses utama aktivitas warga," tegas AKP Sumianto.

Jembatan Kedungkebo memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung menuju Desa Kaligawe sekaligus akses tembus ke Kabupaten Batang.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Kedungkebo untuk langkah penanganan lanjutan.

"Status jalan dan jembatan ini merupakan kewenangan Kabupaten Pekalongan."

"Kami berharap, segera ada penanganan dari instansi terkait, mengingat cuaca hujan masih berpotensi memperparah kerusakan," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.