Jenazah Syafiq Ali Dibawa ke RSUD Goeteng Purbalingga, Tiba di Basecamp Gunung Malang Pukul 14.18
January 15, 2026 04:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Hujan gerimis yang turun sejak siang hari berpadu kabut tebal menyelimuti jalur pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang, Desa Gunung Malang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (15/1/2026) sore.

Di tengah cuaca yang tidak bersahabat itu, puluhan relawan SAR gabungan akhirnya perlahan menuruni gunung sembari menandu jenazah Syafiq Ali (18), pendaki asal Magelang yang sempat dilaporkan hilang sejak 28 Desember 2025. 

Keputusan tim untuk memindahkan jalur evakuasi dari Dipajaya ke Gunung Malang bukanlah tanpa alasan.

Baca juga: Jenazah Syafiq Ali Dibawa ke RSUD Goeteng Purbalingga, Ditemukan di Bebatuan Jurang Kali Lembarang

• BKD Wonosobo Pilih Patuh Aturan Pusat, Tegaskan Tak Lagi Rekrut Tenaga Honorer

Rescuer Kantor SAR Semarang Unit Siaga Semarang, Handika Hengki menjelaskan, perubahan jalur tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi lapangan dan pertimbangan keselamatan. 

"Pertimbangannya karena kami memang telah menggaet SAR gabungan dari basecamp setempat."

"Mereka lebih paham jalur-jalur Gunung Slamet, sehingga disepakati bersama agar teman-teman di atas untuk melalui jalur Gunung Malang," ujarnya, Kamis (15/1/2026). 

Syafiq Ali diketahui mendaki secara tektok melalui jalur Dipajaya, Pemalang. Namun setelah dilakukan analisis kondisi medan, tim menilai jalur Gunung Malang lebih memungkinkan untuk proses evakuasi. 

Meski demikian, Handika menyebut, proses evaluasi jenazah tidaklah berjalan semudah itu.

Menurutnya, cuaca yang hujan dan kabut tebal menjadi kendala utama yang dihadapi para relawan. 

"Kendala utama tentu cuaca. Hujan, jalur yang terjal, dan licin ini menjadi hambatan bagi rekan-rekan relawan di lapangan," ujarnya. 

Adapun jenazah Syafiq ditemukan pada Rabu (14/1/2026) di sekitar Pos 9 atau tepatnya di kawasan Batu Langgar, jalur Gunung Malang. 

Baca juga: Lantunan Lailahaillallah Menggema Saat Jenazah Syafiq Ali Tiba, Evakuasi Sukses!

• BKPP Kendal: 7 Kursi Jabatan Pimpinan Tinggi Masih Kosong, Pansel Segera Dibentuk

Dari lokasi tersebut, proses evakuasi dilakukan secara estafet dengan cara ditandu.

Untuk proses ini, Handika mengatakan, melibatkan hingga 70 personel SAR gabungan.

Jenazah pun tiba Basecamp Gunung Malang sekira pukul 14.18. 

Selanjutnya jenazah langsung dibawa ke RSUD dr Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk dilakukan proses otopsi. 

"Setelah serah terima, penanganan selanjutnya menjadi ranah kepolisian," tutupnya. 

Setelah 17 hari pencarian, dia akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal, Rabu (14/1/2026) sekira pukul 10.00. 

Awalnya proses evakuasi akan dilakukan di hari ditemukan korban, namun karena cuaca yang tidak mendukung korban baru bisa dievakuasi sehari setelahnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.