Sepak Terjang Andi Utta Bupati Terkaya Sulsel, Pemerintahan Disorot Gegara Gaji Pegawai 2026
January 15, 2026 05:05 PM

TRIBUN-TIMUR.COM - Andi Muchtar Ali Yusuf dikenal sebagai salah satu kepala daerah terkaya di Sulawesi Selatan.

Berdasarkan laporan harta kekayaan tahun 2023, total asetnya mencapai sekitar Rp305 miliar.

Ia berlatar belakang pengusaha di bidang kapal dan alat berat, serta telah dua periode menjabat sebagai Bupati Bulukumba.

Belakangan, kebijakan Pemerintah Kabupaten Bulukumba di bawah kepemimpinannya menjadi sorotan.

Pemkab Bulukumba tidak menganggarkan gaji bagi sekitar 500 orang PPPK paruh waktu tenaga kesehatan dalam APBD 2026.

Para PPPK tersebut tersebar di sejumlah Puskesmas di wilayah Kabupaten Bulukumba.

Keluhan para PPPK paruh waktu itu telah disampaikan kepada anggota DPRD Bulukumba.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab Bulukumba menjelaskan, tidak dianggarkannya gaji PPPK paruh waktu disebabkan faktor waktu.

Proses pembahasan dan penetapan APBD 2026 dilakukan lebih dulu, sementara Surat Keputusan (SK) PPPK paruh waktu baru terbit setelah APBD ditetapkan.

“Secara administrasi dan penganggaran, pemerintah daerah belum memiliki dasar hukum untuk mengalokasikan belanja gaji PPPK paruh waktu saat penyusunan APBD 2026,” kata Humas Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah, saat ditemui di Gedung Phinisi, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (14/1/2025).

Ia menjelaskan, skema pengupahan PPPK paruh waktu mengacu pada regulasi nasional, yakni Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 16 tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu.

Dalam ketentuan tersebut, khususnya pada poin ke-19, disebutkan,  PPPK paruh waktu berhak menerima upah paling sedikit sebesar penghasilan saat masih berstatus pegawai non-ASN atau sesuai upah minimum yang berlaku di suatu wilayah.

Karena itu, dalam kondisi saat ini, besaran upah PPPK paruh waktu masih mengacu pada honor yang diterima saat mereka berstatus non-ASN.

Ayatullah mengungkapkan, sebagian besar PPPK paruh waktu di Puskesmas sejak awal memang berstatus non-ASN yang tidak menerima gaji tetap karena bekerja secara sukarela.

Sebagian hanya memperoleh insentif dari kegiatan Puskesmas.

Sebagian lainnya mendapat penghasilan dari anggaran desa sebagai bidan desa.

Dengan berubahnya status menjadi PPPK paruh waktu, besaran upah yang mengacu pada kondisi sebelumnya menjadi sangat terbatas.

“Walaupun Puskesmas kini berstatus BLUD, kemampuan membayar upah sangat tergantung pada kondisi keuangan dan alokasi anggaran masing-masing Puskesmas,” jelasnya.

Di sisi lain, jumlah PPPK paruh waktu di setiap Puskesmas bisa mencapai puluhan orang.

Jika semuanya harus digaji tetap, maka beban anggaran yang dibutuhkan sangat besar.

Pemerintah daerah, kata Ayatullah, memahami aspirasi para tenaga kesehatan PPPK paruh waktu.

Karena itu, Pemkab Bulukumba terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta melakukan kajian dari sisi regulasi dan fiskal agar ke depan ditemukan solusi yang lebih adil, berkelanjutan, dan sesuai peraturan perundang-undangan.

Ketua Komisi IV DPRD Bulukumba, Syamsir Paro meminta pihak Pemkab untuk segera mencarikan solusi masalah itu. 

"Kita berharap kepada Pemkab segera mencarikan solusi masalah itu dan tidak bertentangan dengan aturan yang ada," katanya.

Syamsir Paro mengaku mewakili para PPPK yang menemui masalah penggajian tahun ini.

Sosok Andi Muchtar Ali Yusuf

Dari pengusaha ke kepala daerah. Itulah perjalanan hidup Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf.

Politisi Gerindra itu kembali memimpin Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk periode kedua.

Andi Muchtar Ali Yusuf jadi kepala daerah terkaya di antara 23 kepala daerah Sulsel yang dilantik pada Kamis 20 Februari 2025 lalu.

Harta kekayaan Andi Muchtar Ali Yusuf mencapai Rp266 miliar.

Lantas apa saja bisnis Andi Muchtar Ali Yusuf sebelum jadi bupati?

Informasi yang dihimpun Tribun Timur, bisnis Andi Muchtar bergerak di bidang alat berat, angkutan laut, transportasi khusus Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL), dan industri.

Setelah lulus SMA, Andi Muchtar Ali Yusuf memutuskan jadi pedagang.

Ia bergaul dengan nelayan dan memulai usaha dagang lobster dan hasil laut lain.

Andi Utta, sapaan, muda mengumpulkan hasil laut dari daerah Bulukumba dan Sinjai.

Selanjutnya Andi Utta bekerja sama perusahaan PT Dian Makassar.

Andi Utta kemudian mengembangkan bisnisnya lintas negara.

Ada mendapat permintaan dariUniversal Seafood, Perth, Australia.

Selanjutnya Andi Utta mendirikan perusahaan sendiri.

Nama perusahannya yakni Chief Executive Officer (CEO) Amaly Group.

Amaly Group menaungi 12 perusahaan dengan jumlah karyawan sekitar 1.000 orang.

Perusahaannya antara lain, PT Amaly Mitra Abadi, PT Amaly Multi Trans, PT Amaly Cipta Anugrah, PT Sinar Amaly Pratama, PT Amaly Putra Timurindo.

Kemudian, beberapa anak perusahaan lainnya di antaranya, PT Amaly Sejati Terminal, PT Ardhana Cipta Developmen, PT Optima Jaya Perkasa Industrial, PT Alisan Cipta Anugrah, PT Dimas Indomineral Lampung.

Berikut profil ketiga bupati terkaya Sulsel

Andi Muchtar Ali Yusuf

Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf satu di antara kepala daerah terkaya di Indonesia.

Bisa disebut Crazy Rich dikalangan pejabat pemerintahan

Dalam salinan LHKPN tersebut, kekayaan yang dimiliki Muchtar Ali Yusuf tembus hingga Rp305.798.515.793 pada tahun 2021.

Pria yang akrab disapa Andi Utta ini resmi dilantik menjadi Bupati Bulukumba tahun 2021 oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. 

Dalam pesta demokrasi di Pilkada Bulukumba 2020 lalu, Andi Utta menggandeng politisi PAN Andi Edy Manaf.

Setelah terpilih, Andi Utta memutuskan menghibahkan gaji untuk kegiatan amal, dengan memberikan kepada guru agama atau imam masjid.

Sekedar diketahui, sebelum berkiprah di politk, Andi Utta sibuk membangun bisnisnya di sektor eksportir.

Perusahaan Bupati Bulukumba ini ia namai AMALY atau singkatan dari namanya Andi Muchtar Ali Yusuf. 

Terkait dengan harta kekayaan dimiliki Andi Utta memiliki kendaraan motor Harley Davidson keluaran tahuun 2015, bangunan di Jakarta Utara, lahan di Makassar Sinjai Bulukumba dan beberapa tempat.

Data diri: 

Andi Muchtar Ali Yusuf
 
Bupati Bulukumba ke-10

Mulai menjabat 26 Februari 2021

Lahir: 12 Februari 1967 di Bulukumba, Sulawesi Selatan

Kebangsaan: Indonesia

Partai politik: Gerindra

Pekerjaan: Pengusaha, Politikus
 
Bupati Bulukumba periode 2021–2024.

Pendidikan  

SD Negeri 58 Tanete (1973–1979)

SMP Negeri Tanete (1979–1982)

SMA Negeri 1 Ujung Pandang (1982–1986)

Riwayat Organisasi 

Anggota PERBAKIN (2002–sekarang)

Anggota International Zepril Association (2008–sekarang)

Anggota GAPEKSI (2002–sekarang)

Anggota Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat (2002–sekarang)

Karier 

Pemilik usaha PT Dian Makmur Makassar (1987–1989)

Pemilik usaha PT Amaly Mitra Abadi (1998–sekarang)

Pemilik usaha PT Hampriska (1999–sekarang)

Pemilik usaha PT Amaly Multi Trans (2003–sekarang)

Pemilik usaha PT Amaly Sejati Terminal (2003–sekarang)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.