Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram bersama Tribun Lombok berkolaborasi menggelar kegiatan NGOPI, di ruang terbuka research center UIN Mataram, Kamis (15/1/2026).
NGOPI merupakan akronim dari Ngobrol Para Ilmuan (Ngopi) yang digagas LP2M UIN Mataram. Tujuannya utamanya menfasilitasi pikiran, temuan, dan hasil riset para ilmuwan UIN Mataram.
Program ini baru digagas pekan pertama Januari 2026. Dilaunching secara simbolik oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. Masnun.
Tribun Lombok selama ini juga memiliki program dialog eksklusif beranama TRILOGI (Tribun Lombok Dialog dan Inspirasi).
Dengan kesamaan visi ini, LP2M UIN Mataram dan Tribun Lombok akhirnya menggelar NGOPI bareng para ilmuwan, di gedung terbuka research center, pada Kamis (15/1/2026).
Edisi NGOPI kali ini mengangkat tema "Menjaga Pesisir NTB Agar Tak Tenggelam, Menakar Dampak Nyata Kenaikan Muka Air Laut Akibat Perubahan Iklim."
Dialog ini menghadirkan para ilmuwan dari UIN Mataram seperti M Irwan, Ph.D seorang pakar ilmukebumian dan perubahan iklim. Kemudian Dr Agus, M.Si, pakar kebijakan publik NTB. Dr Syarif, dosen magister Ilmu Lingkungan, Universitas Muhammadiyah Mataram.
Baca juga: EKSKLUSIF - Daratan Mataram Mulai Tenggelam: Kisah Mereka yang Rumahnya Digulung Ombak
Selain itu, hadir pula Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Baiq Nelly Yuniarti, dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Ahmad Muzaki.
Diskusi ini berlangsung cair dengan muatan materi yang berbobot hasil riset para pakar. Juga diselingi kritik hingga candaan peserta dan narasumber.
Ketua LP2M UIN Mataram, Prof M Kadri menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membahas isu-isu terkini di NTB.
"Suatu kehormatan bisa berkolaborasi deng
Salah satu isu hangat yang tengah diperbincangkan publik yakni terkait isu lingkungan. Pada saat bersamaan tema Ngopi-Trilogi edisi pertama ini terkait dampak perubahan iklim di wilayah NTB.
Melalui program ini diharapkan publik bisa memahami dampak dari perubahan iklim terhadap potensi bencana, yang sewaktu-waktu bisa melanda NTB.
"Ini topik yang dibutuhkan oleh publik, seperti apa hasil kajian dan juga seperti apa perencanaan oleh pemerintah daerah di provinsi maupun level kota bentuk eksekusi seperti apa," kata Kadri.
Provinsi NTB saat ini sudah destinasi kelas internasional, maka perlu ada perencanaan dan tata kelola yang baik untuk meminimalisir potensi bencana akibat kenaikan muka air laut.
Harapannya dengan kehadiran kepala Bappeda NTB, rekomendasi yang disampaikan ahli bisa dijadikan kebijakan yang pada akhirnya dieksekusi organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Sementara itu, Sirtupillaili, Pemimpin Redaksi TribunLombok.com mengatakan, dengan berkumpulnya para ilmuwan dalam satu forum, diharapkan semakin banyak solusi untuk memecahkan masalah pembangunan di NTB.
Tribun Lombok sendiri secara rutin membuat liputan tema khusus yang diberi nama "Liputan Eksklusif". Salah satu fokus tema liputannya adalah isu lingkungan.
Liputan Eksklusif - Tribun Lombok terbaru mengangkat tema "Daratan Mataram Mulai Tenggelam: Kisah Mereka yang Rumahnya Digulung Ombak."
Berdasarkan hasil liputan ini, daratan Mataram sudah mulai tengelam, bahkan banyak masyarakat pesisir sudah kehilangan rumahnya akibat kenaikan muka air laut.
"Ini ancaman nyata, kalau tidak ada antisipasi kedepan berapa banyak warga di pesisir yang terkena dampak, tidak hanya di Mataram," kata Sirtupillaili.
Ia berharap hasil diskusi ini menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam membuat kebijakan masyarakat pesisir. Serta menyusun program pembangunan wilayah pesisir.
Program Ngopi bareng para ilmuwan ini mendapat sambutan positif dari Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti. Diharapkan ke depan forum semacam ini bisa terus digelar untuk membahas berbagai persoalan pembangunan di NTB.
(*)