Korban Pengeroyokan SMK 3 Tanjab Timur Jambi Tak Ikuti Mediasi Langsung,
January 15, 2026 06:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Korban pengeroyokan di SMK Negeri 3 Tanjab Timur, Agus Saputra menyebut BAP di Disdik Provinsi Jambi bersifat konfirmatif.

Hal itu disampaikannya saat ditemui Tribunjambi.com di rumahnya, Kamis (15/01/2026).

Agus mengatakan, dirinya hanya dimintai keterangan oleh Kasi GTK Disdik Provinsi Jambi.

Baca juga: Sebut Guru Agus Menindas, Ketua OSIS SMK Tanjabtim Jambi Minta Dipindahkan Pasca Video Pengeroyokan

“Saya diminta keterangan oleh pihak dinas melalui kasi GTK. Tadi sudah saya sampaikan kronologi kejadian pada hari Selasa tersebut,” katanya.

Dia menuturkan, pihak disdik mencatat kronologi kejadian tersebut secara detail.

“Hasilnya nanti akan dikonfirmasikan lagi kepada saya di hari-hari berikutnya,” tuturnya.

Terkait mediasi, Agus menjelaskan mediasi tersebut diwakilkan oleh pihak komite sekolah.

Sebab, dirinya masih merasa was-was dengan peristiwa yang dialaminya.

Baca juga: Gubernur Jambi Soal Guru SMK Dikeroyok Siswa di Tanjabtim: Dudukkan Sama-sama

Sehingga, dirinya hanya menitipkan pesan kepada pihak komite.

Pesan itu berupa bahwa Agus merasa tidak ada yang menginginkan dirinya berada disekolah tersebut.

“Kalau saya dijamin keselamatannya, saya akan ke sana walaupun sendirian tanpa ada keluarga. Namun, sisi yang lain, saya tentu juga harus menjaga diri, kesehatan itu juga harus dijaga,” jelasnya.

“Saya tidak mungkin memaksakan diri juga ke sana, dengan segala konsekuensi psikis saya, psikologi saya,” lanjutnya.

Sebab itu, Agus berharap agar mendapatkan tempat bekerja yang lebih baik.

Menurutnya, tidak mungkin dirinya kembali mengajar di sekolah tersebut.

Sebab, dirinya merasa sudah tidak diterima secara masif dan secara besar-besaran di sekolah tersebut.

“Saya dengan ketulusan hati, minta pihak terkait memberikan ruang dan tempat yang lain untuk bekerja dengan rasa aman atas keselamatan saya, atas kesehatan saya,” harapnya.

“Saya tidak mungkin bekerja lagi di sana. Sangat mengambil resiko kalau saya masih ke sana. Saya minta dengan sangat kebijakan dari pemerintah Provinsi Jambi,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.