Dari Lapas ke Pasar, Warga Binaan Muara Bulian Jambi Turut Melayani di Gerakan Pangan Murah
January 15, 2026 06:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Selain menggelar Panen Raya Ketahanan Pangan, Lapas Kelas IIB Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, juga melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM), Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini menyasar masyarakat sekitar dan mendapat respons positif dari warga yang memadati lokasi.

Berdasarkan pantauan Tribun Jambi di lokasi, sejumlah bahan pangan ditawarkan dengan harga terjangkau dalam kegiatan GPM tersebut.

Baca juga: Dari Lapas untuk Ketahanan Pangan, Panen Raya Digelar di Muara Bulian Jambi

Komoditas yang dijual di antaranya berbagai jenis sayuran seperti kacang panjang, kangkung, pakcoy, genjer, cabai merah keriting, beras SPHP, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur ayam dan masih banyak lagi.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Warga silih berganti mendatangi kios dan tenda GPM untuk berbelanja kebutuhan pokok.

Tidak hanya itu, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan tersebut turut menjadi perhatian.

Terlihat warga binaan tampak dilibatkan secara langsung, mulai dari membantu mengangkut barang dari kios ke tenda GPM hingga melayani transaksi pembelian masyarakat. 

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang dijalankan pihak lapas.

Baca juga: Wakapolda Hadiri Panen Raya Jagung di Sekernan Muaro Jambi, Upaya Penguatan Ketahanan Pangan

Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bulian, M Ilham Santoso Sahdani, mengatakan bahwa kegiatan GPM tersebut merupakan rangkaian dari panen raya yang telah dilakukan sebelumnya di lingkungan lapas.

Ia menjelaskan, panen padi di Lapas Muara Bulian telah dilakukan sebanyak tiga kali dan menghasilkan sekira tiga ton gabah.

"Panen padi itu sudah kita lakukan tiga kali, dari hasil tersebut mampu menghasilkan sekitar tiga ton gabah," katanya. 

Selain padi, pihak lapas juga melakukan panen komoditas lain berupa ikan dan hasil pertanian. 

Ia menyebutkan, panen ikan gurame mencapai 100 kilogram, ikan lele sebanyak 200 kilogram, kacang panjang, 100 ikat kangkung, serta 400 ekor ayam kampung.

"Untuk ayam kampung, panennya sudah dilakukan sejak Juli 2025," ujarnya.

Ia menambahkan, hasil panen tersebut sebagian dimanfaatkan untuk kebutuhan bahan makanan narapidana, sementara sisanya dijual kepada masyarakat.

"Sebesar lima persen disalurkan untuk pemborongan bahan makanan narapidana, sedangkan sisanya dijual kepada masyarakat sekitar," jelasnya.

Melalui program tersebut, ia berharap warga binaan memiliki bekal keterampilan dan kesiapan mental sebelum kembali ke tengah masyarakat.

"Harapannya, program ini bisa menjadi jembatan bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal ekonomi dan mental yang lebih kuat," tutupnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.