Penutup Gorong-gorong Hilang di Jalan Srijaya Negara Palembang, Warga dan Mahasiswa Resah
January 15, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Hilangnya penutup besi gorong-gorong di sepanjang Jalan Srijaya Negara, tepatnya di samping trotoar Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit, Palembang, viral di media sosial.

Kondisi tersebut dinilai membahayakan pejalan kaki dan pengguna trotoar, khususnya mahasiswa yang melintas setiap hari.

Salah seorang petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang, Aidin, mengungkapkan bahwa hilangnya penutup gorong-gorong tersebut bukan peristiwa baru.

Ia menyebut penutup besi sudah raib sejak tahun 2024, namun baru menjadi perhatian luas setelah ramai diperbincangkan di media sosial.

“Kalau di sini sudah delapan penutup besi gorong-gorong yang hilang. Kejadiannya sudah lama, sekitar dua tahun. Sekarang kondisinya sudah ditumbuhi rumput liar dan penuh sampah,” ujar Aidin saat ditemui di lokasi, Kamis (15/1/2026).

Aidin menduga hilangnya penutup gorong-gorong tersebut akibat aksi pencurian oleh oknum yang memanfaatkan besi untuk dijual kembali.

Hingga kini, belum ada penggantian maupun pembatas pengaman di lokasi, sehingga berpotensi membahayakan masyarakat.

“Belum ada penutupan gorong-gorong sampai sekarang. Drainase juga tidak berfungsi karena banyak sampah dan sedimentasi,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Safia, salah seorang mahasiswa Unsri yang setiap hari berjalan kaki dari kos menuju kampus.

Ia mengaku kondisi gorong-gorong tanpa penutup sangat membahayakan, terutama bagi pejalan kaki yang terburu-buru.

“Teman saya pernah jatuh di sini karena ngejar bus Damri. Malu iya, sakit juga iya,” ujarnya.

Safia berharap pemerintah segera menutup gorong-gorong tersebut. Menurutnya, penutup tidak harus menggunakan besi, namun bisa memakai material lain yang lebih aman dan murah.

“Kalau bisa ditutup pakai kayu saja supaya aman dan tidak dicuri lagi,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hilangnya penutup gorong-gorong tidak hanya terjadi di sekitar Unsri Bukit.

Kondisi serupa juga ditemukan di depan SMK Negeri 3 Palembang serta di kawasan trotoar Vihara Hok Liong Tong, dengan total beberapa lubang terbuka.

Akibatnya, pejalan kaki tampak ekstra berhati-hati dan memperlambat langkah saat melintas di jalur tersebut untuk menghindari risiko terjatuh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.