TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jambi - Nasib pak guru di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, bernama Agus Saputra, yang viral dikeroyok puluhan muridnya, terancam dipindahkan dari sekolah tersebut.
Hal itu setelah sejumlah siswa mendesak agar guru Agus Saputra dipindahkan ke sekolah lain.
Desakan itu satu di antaranya disampaikan oleh Ketua OSIS SMKN 3 Tanjung Jabung Timur. Hal itu lantaran menurut dia, guru Agus diduga kerap melakukan penindasan terhadap murid.
Tanjung Jabung Timur, Jambi adalah satu kabupaten di Provinsi Jambi, Indonesia. Ibu kotanya berada di Muara Sabak. Kabupaten ini berada di pesisir timur Pulau Sumatra dan berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan.
Wilayah Tanjung Jabung Timur dikenal dengan kawasan pesisir, rawa, dan sungai, dengan mata pencaharian utama masyarakatnya di sektor perikanan, pertanian, dan perkebunan. Kabupaten ini juga memiliki peran penting sebagai daerah penyangga ekosistem pesisir dan mangrove di Provinsi Jambi.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunJambi.com, seusai insiden pengeroyokan tersebut, Ketua OSIS sampaikan permintaan maaf.
Selain permintaan maaf, Ketua OSIS wanita dalam video yang diunggah akun Instagram @cicitvjambi menyebutkan, jika para siswa meminta guru yang ada dalam video viral dipindahkan.
"Di sini saya sebagai Ketua OSIS di SMK 3 Tanjung Jabung Timur ingin menyampaikan permintaan maaf terhadap instansi yang terlibat, dengan tersebarnya video pengeroyokan terhadap guru," kata dia, dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @cicitvjambi, Rabu (14/1/2026) malam, dikutip Tribunjambi.com.
Kata perwakilan siswa itu, pengeroyokan itu terjadi karena guru sering menindas siswanya.
"Hal tersebut terjadi karena oknum tersebut sering menindas kami di SMK Negeri 3 Tajung Jabung Timur," lanjutnya.
"Kami hanya ingin beliau dipindahkan ke tempat yang lain, karena kami tidak nyaman beliau ada di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur ini," tutup perwakilan siswa yang juga ketua OSIS SMKN 3 Tanjab Timur tersebut.
Agus Saputra, guru SMK Negeri 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dikeroyok sejumlah siswanya sendiri saat jam istirahat sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jambi, insiden itu diduga dipicu cekcok mulut antara guru dan siswa yang berawal dari ucapan guru yang dianggap menyinggung perasaan siswa dan orang tua mereka, hingga berujung pada aksi kekerasan fisik.
Kekerasan fisik di lingkungan sekolah itu terjadi di SMKN 3 Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur terjadi pada Selasa (13/1/2026).
Video kekerasan fisik pengajar dan siswa itu beredar di media sosial.
Baca juga: Duduk Perkara Guru di Jambi Dikeroyok Siswa, Agus: Ini Pertama Seumur Hidup Saya
Terlihat seorang guru laki-laki mengenakan seragam dinas warna cokelat menjadi sasaran amukan sejumlah siswa laki-laki.
Informasi yang dihimpun Tribun Jambi, peristiwa bermula dari ucapan guru bernama Agus Saputra yang diduga menyinggung perasaan siswa.
Kalimat yang dilontarkan guru dianggap telah menghina orang tua siswa, sehingga memicu emosi beberapa siswa.
Cekcok mulut tak terhindarkan, hingga berujung pada aksi kekerasan fisik.
Sejumlah siswa mengejar Agus Saputra tersebut sampai ke halaman sekolah lalu melakukan kekerasan fisik.
Situasi sempat memanas, sebelum guru-guru lain yang berada di lokasi melerai.
Para guru lalu membawa Agus Saputra ke sebuah ruangan untuk menghindari aksi lanjutan.
Pascakejadian, Agus Saputra melaporkan peristiwa itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
Saat diwawancarai Tribun Jambi, dia menuturkan kronologi tindak kekerasan di lingkungan sekolah.
Bermula saat dia ditegur seorang siswa dengan nada tidak sopan dari dalam kelas, sekitar pukul 09.00-10.00 WIB, ketika proses belajar mengajar berlangsung.
"Dia menegur saya dengan kata-kata tidak pantas. Saat itu juga saya masuk ke kelas dan menanyakan siapa yang memanggil saya seperti itu,” ujar Agus.
Menurut Agus, siswa tersebut mengaku dan menantangnya.
Agus pun mengakui sempat menampar siswa itu satu kali secara refleks.
Ketegangan kemudian berlanjut hingga jam istirahat dan siang hari.