Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai
TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, tiba-tiba sidak ke lokasi pertambangan di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Kamis (15/1/2026). Kedatangan Dedi Mulyadi tersebut sontak membuat masyarakat terkejut.
Terlebih kunjungan itu tersebar lewat video di sejumlah akun sosial media, termasuk akun tiktok @dedimulyadiofficial.
Berikut pernyataan Dedi Mulyadi dalam video di sosial media tiktok.
Baca juga: Dedi Mulyadi Serahkan Bantuan Warga Jabar untuk Pembangunan Rumah Korban Bencana di Tapanuli Utara
"Ini di kaki gunung Ciremei nambang. Nambang batu. Ini disangkanya saya tidak akan diam-diam. Saya diam-diam sampai ke sini. Pokoknya begini saja. Siapapun yang merusak di kaki Gunung Ciremai. Mau tak seorang pun yang disebut orang besar, orang kecil. Saya akan tetap konsisten melakukan tindakan.
Apapun kegiatannya yang mengganggu ekosistem, merusak udara, membuat gunung menjadi terancam, memimbulkan bencana, saya pasti mengambil tindakan," ujarnya dalam video tersebut.
Dedi Mulyadi bahkan mengancam akan mengangkut para penambang yang terciduk olehnya.
"Abah-abah ini akan saya angkut, saya bawa. Jauh, sia ku aing. Ini abah, kenapa sampai ketahuan sama saya? Padahal kalau sidak itu ngabarin dulu biar bisa kabur sebelum datang," lanjutnya,
Sementara, Lili Sukarli, tokoh masyarakat Kecamatan Pasawahan, membenarkan bahwa ada kedatangan Dedi Mulyadi ke lokasi pertambangan.
"Iya, tadi Dedi Mulyadi datang dan memberikan edukasi lingkungan. Kemudian, Dedi Mulyadi juga memberikan solusi hingga beberapa warga penambang juga mendapat kompensasi atau kadedeuh dari Dedi Mulyadi," kata Lili.
Selain melakukan kunjungan ke lokasi pertambangan di kaki Gunung Ciremai wilayah Desa Padabeunghar. Tadi, Dedi Mulyadi juga melihat sumber mata air di Talaga Nilem di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan. (*)