Ekspor Perdana 23 Ton Durian Beku Indonesia ke Tiongkok, Nilai Tembus Rp2 Miliar
January 15, 2026 06:39 PM

BANGKAPOS.COM--Indonesia kembali mencatatkan tonggak penting dalam perdagangan internasional sektor pertanian.

Perusahaan asal Sulawesi Tengah, PT Amerta Nadi Agro Cemerlang, sukses melakukan ekspor perdana durian beku Indonesia ke Tiongkok dengan volume mencapai 23 ton.

Pengiriman yang dilakukan pada Selasa (6/1/2026) tersebut memiliki nilai transaksi sebesar US$ 123,84 ribu atau setara dengan Rp 2,08 miliar.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan ekspor produk hortikultura nasional, khususnya komoditas durian yang selama ini dikenal sebagai salah satu buah tropis unggulan Indonesia.

Langkah ini juga menandai semakin terbukanya akses produk pertanian Indonesia ke pasar Tiongkok yang dikenal ketat dalam aspek keamanan pangan dan karantina.

Atase Perdagangan Republik Indonesia di Beijing, Budi Hansyah, menjelaskan bahwa ekspor durian beku ini telah melalui seluruh tahapan perizinan dan pengawasan sesuai standar internasional.

Produk tersebut telah memperoleh persetujuan dari Badan Karantina Indonesia serta diproses sesuai ketentuan kepabeanan dan pengawasan karantina yang berlaku.

“Masuknya durian beku Indonesia ke pasar Tiongkok menegaskan kepercayaan otoritas setempat terhadap sistem karantina nasional dan jaminan mutu produk pertanian Indonesia,” ujar Budi dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Kamis (15/1/2026).

Menurut Budi, kepercayaan ini tidak datang secara instan, melainkan hasil dari upaya berkelanjutan pemerintah dan pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas produksi, penanganan pascapanen, serta pemenuhan standar sanitari dan fitosanitari yang dipersyaratkan oleh negara tujuan ekspor.

Durian beku yang diekspor oleh PT Amerta Nadi Agro Cemerlang tidak hanya akan dipasarkan sebagai produk konsumsi langsung.

Di Tiongkok, durian beku Indonesia tersebut akan diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah tinggi.

Produk olahan itu antara lain durian potong bercangkang, daging durian beku, durian kering, durian kering beku (freeze dried), hingga pasta durian yang digunakan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman.

“Produk-produk olahan ini nantinya akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Tiongkok, menyesuaikan dengan preferensi konsumen setempat,” jelas Budi.

Pasar Tiongkok dikenal sebagai salah satu pasar durian terbesar di dunia dengan tingkat konsumsi yang terus meningkat setiap tahun.

Selama ini, pasar tersebut didominasi oleh durian segar dan olahan dari negara-negara Asia Tenggara.

Namun, meningkatnya permintaan terhadap produk durian olahan memberikan peluang baru bagi Indonesia untuk bersaing tidak hanya dari sisi volume, tetapi juga nilai tambah.

Melihat potensi tersebut, Kementerian Perdagangan melalui perwakilannya di luar negeri mendorong pelaku usaha nasional untuk tidak hanya fokus pada ekspor bahan mentah, melainkan mengembangkan produk turunan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Minat konsumen Tiongkok terhadap produk seperti durian kering, durian kering beku, hingga pasta durian sangat besar. Produk bernilai tambah seperti ini akan meningkatkan daya saing produk lokal Indonesia di pasar internasional,” kata Budi.

Pintu Masuk Komoditas Hortikultura

Ia menilai, ekspor perdana ini dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha lainnya untuk menembus pasar Tiongkok.

Selain durian, peluang serupa juga terbuka untuk komoditas hortikultura lain yang memiliki keunggulan kualitas dan cita rasa khas Indonesia.

Dari sisi hubungan dagang bilateral, kinerja perdagangan Indonesia dan Tiongkok juga menunjukkan tren yang terus menguat.

Berdasarkan data periode Januari–November 2025, total perdagangan kedua negara tercatat mencapai US$ 138,34 miliar, meningkat 12,52 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok selama periode yang sama mencapai US$ 60,30 miliar.

Capaian ini menunjukkan bahwa Tiongkok tetap menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia, sekaligus pasar strategis bagi ekspor nonmigas, termasuk produk pertanian dan olahan pangan.

Keberhasilan ekspor durian beku ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi petani dan pelaku usaha di daerah.

Dengan terbukanya akses ke pasar ekspor, permintaan terhadap durian dalam negeri berpotensi meningkat, sehingga dapat mendorong stabilitas harga di tingkat petani serta membuka lapangan kerja baru di sektor pengolahan dan logistik.

Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan ekspor, mulai dari sertifikasi, peningkatan kualitas produk, hingga promosi dagang di pasar internasional.

Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat diversifikasi ekspor Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada komoditas primer.

Ekspor perdana durian beku ke Tiongkok ini menjadi bukti bahwa produk hortikultura Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global.

Dengan penguatan kualitas, inovasi produk, dan sinergi antara pemerintah serta pelaku usaha, durian Indonesia berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu mendongkrak nilai ekspor nasional di masa mendatang.

Sumber : Kontan.co.id

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.