Dorong Ekosistem Waralaba Melalui IFBEX 2026 di Bandung, Peluang Produk Lokal Tergarap
January 15, 2026 06:44 PM

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Potensi produk lokal masih belum digarap secara maksimal. Sejumlah kuliner khas Jawa Barat seperti batagor, seblak, mie kocok, hingga karedok dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi brand nasional bahkan internasional jika dikelola dengan manajemen yang baik. 

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Himpunan Kemitraan dan Peluang Usaha Indonesia (HIKPI), sekaligus CEO DK Consulting Group, Djoko Kurniawan saat sosialisasi International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2026, di Graha Kadin Bandung, Jalan Talagabodas, Kota Bandung, Kamis (15/1/2026).

Dikatakan Djoko Kurniawan, IFBEX 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha untuk membangun ekosistem bisnis waralaba dan kemitraan yang terintegrasi.

Bisnis waralaba adalah bentuk kerja sama usaha di mana pemilik merek atau sistem usaha memberikan hak kepada pihak lain untuk menjalankan usaha dengan menggunakan merek, produk, dan sistem operasional yang sama. Waralaba memudahkan pengelolaan usaha karena mendapatkan pelatihan, standar operasional, dan dukungan dari pemilik merek.

Baca juga: Mengintip Galeri Patrakomala di Braga City Walk: Pusat Produk UMKM Bandung Paling Estetik

Sebab, pameran franchise yang akan digelar pada 6–8 Februari 2026 di Graha Manggala Siliwangi, Bandung itu tidak hanya menjadi sarana pemasaran produk, tetapi juga menyediakan edukasi bisnis, mentoring, hingga kurasi produk bagi pelaku usaha.

“Kami ingin agar pelaku bisnis memiliki pameran yang tepat untuk memasarkan produk, sekaligus bisa mendapatkan edukasi bisnis hingga mengikuti mentoring dan kurasi produk,” ujar Djoko.

Ajang tersebut pun, rencananya akan dibuka secara resmi oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso. IFBEX 2026 sendiri, diinisiasi oleh PT Myevent Promosindo Asia bersama Himpunan Kemitraan dan Peluang Usaha Indonesia (HIKPI), DK Consulting Group, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, serta Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi (APTIKNAS).

Djoko menilai masyarakat Jawa Barat perlu memanfaatkan kehadiran pameran franchise ini karena menawarkan berbagai pilihan investasi serta rangkaian acara di panggung utama, seperti final kompetisi proposal bisnis mahasiswa, talkshow edukasi bisnis, talkshow brand ternama, hingga hiburan.

“Pameran ini sangat cocok untuk para investor, generasi muda yang ingin mulai berbisnis, pensiunan yang ingin mulai karir kedua dengan berbisnis, dan semua orang yang ingin belajar bisnis,” katanya.

Djoko juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam memilih usaha waralaba dan kemitraan. Masyarakat diminta untuk tidak mudah tergiur janji berlebihan dan melakukan penelaahan menyeluruh terhadap aspek legalitas, kekuatan brand, kelengkapan SOP, keberadaan kantor pusat, perjanjian kerja sama, rekam jejak pemilik usaha, serta kondisi outlet di lapangan.

CEO PT Myevent Promosindo Asia, Karen Wiraraharja, mengatakan IFBEX 2026 dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor waralaba, kemitraan, peluang usaha, lisensi, keagenan, sistem distribusi, serta brand pendukung bisnis.

Baca juga: Investasi Emas Digital Dilirik Kawula Muda, Jadi Gaya Hidup Modern untuk "Mengamankan" Masa Depan

Karen menjelaskan, IFBEX diharapkan dapat menjadi penghubung antara investor dengan brand potensial yang siap berkembang, sekaligus memperkuat ekosistem waralaba di Indonesia. Seiring waktu, IFBEX juga berkembang menjadi ekosistem bisnis terpadu yang mempertemukan pelaku usaha lintas sektor.

“Kami ingin menjadi jembatan antara para investor dengan brand potensial yang siap berkembang, juga untuk mendukung ekosistem waralaba yang lebih baik,” ujar Karena.

Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perindustrian, Perdagangan, UMKM, dan Koperasi Kadin Jabar, Ian Syarif, menegaskan bahwa kegiatan seperti IFBEX memiliki peran strategis dalam mencetak wirausaha baru. 

“Indonesia harus mencetak lebih banyak lagi wirausaha untuk bisa menjadi negara maju,” ujar Ian Syarif.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, persebaran bisnis waralaba di Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, khususnya Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.

Sektor makanan dan minuman mendominasi usaha waralaba dengan porsi 47,92 persen, disusul ritel, pendidikan nonformal, kecantikan, laundry, serta sektor lainnya.

Pada 2024, omzet bisnis waralaba nasional tercatat mencapai Rp143,25 triliun dan menyerap hampir 98 ribu tenaga kerja. Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi waralaba dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

IFBEX 2026 menargetkan kehadiran lebih dari 10.000 pengunjung dan investor selama tiga hari pelaksanaan, dengan menghadirkan sekitar 70 brand dari berbagai sektor industri. Tiket masuk dipatok Rp20.000 per orang, dengan beragam penawaran menarik seperti potongan investasi hingga ratusan juta rupiah, program cicilan kemitraan, voucher, serta hadiah gratis.

Baca juga: Digitalisasi TKDN Dorong Produk Lokal Bandung Tembus Pasar Global

Selain pameran dan edukasi bisnis, IFBEX 2026 juga akan diramaikan dengan pertunjukan musik, kampanye artis, serta sesi jejaring bisnis.

Pengunjung berkesempatan memperoleh souvenir tas IFBEX, sementara investor yang melakukan transaksi berpeluang memenangkan doorprize berupa sepeda motor, emas, dan uang tunai.

Melalui penyelenggaraan IFBEX 2026, ekosistem bisnis di Jawa Barat diharapkan semakin kuat, jaringan kemitraan kian luas, serta lahir lebih banyak wirausaha muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.