Gedung Baru Dinas PUPR Perkim Malinau Diresmikan, Mulai Ukiran Khas Dayak hingga Coklat Kemerahan
January 15, 2026 07:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU- Kini Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinas PUPR Perkim) Malinau memiliki gedung baru yang bernuansa etnik lokal.

Fasilitas perkantoran yang tampil megah dan representatif ini resmi difungsikan setelah dilakukan prosesi peresmian gedung baru pada hari ini, Kamis (15/1/2026).

Pantauan TribunKaltara.com di lokasi, bangunan yang didominasi warna putih dengan aksen cokelat kemerahan ini memiliki struktur atap pelana tinggi serta ornamen ukiran khas Dayak di sisi jendelanya.

Tentunya gedung baru ini dirancang dengan elevasi yang lebih tinggi dan sistem drainase modern guna mengantisipasi persoalan banjir yang kerap melanda kantor lama.

Baca juga: SDN 13 Tana Tidung Dapat Gedung Baru Dua Tingkat, Target Disdikbud Urai Jumlah Rombongan Belajar

Kepala Dinas PUPR Perkim Malinau, Yosep Padanur melaporkan pembangunan fisik gedung utama ini sejatinya telah rampung sejak akhir tahun 2024 lalu.

"Pembangunan Gedung Kantor DPUPR Perkim ini telah selesai pada tanggal 30 Desember 2024," ujar Yosep saat menyampaikan laporan teknis di lokasi acara, Kamis (15/1/2026).

Yosep Padanur menjelaskan bahwa peresmian gedung baru hari ini menandai kesiapan gedung untuk digunakan dalam pelayanan publik.

Selain gedung baru, lanskap dan fasilitas pendukung pagar juga dibangun dua tahap. 

Gedung ini berdiri megah di lingkungan yang masih hijau ini beralamat di Jalan Ahmad Yani Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, Malinau, Kalimantan Utara.

Gedung baru Dinas PUPR Malinau 02 15012026.jpg
GEDUNG BARU - Tampilan Depan gedung baru Dinas PUPR Perkim Malinau, Kalimantan Utara, Kamis (15/1/2026). Bangunan megah ini telah diresmikan baru hari ini.

"Saat ini kita melaksanakan kegiatan seremonial peresmian dari gedung ini yang sudah dibangun dari anggaran APBD Kabupaten Malinau secara bertahap," ungkapnya mengikuti redaksi transkrip.

Hadirnya gedung baru senilai puluhan miliar ini menjadi simbol lokalitas daerah dan disebut representatif mendukung pelayanan publik.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.