BEM Nusantara dan GMKI Kawal Autopsi Jenazah Lucky Sanu, Desak Keadilan dan Transparansi
January 15, 2026 07:19 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG — Sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Keadilan untuk Lucky dan Delfi, yang terdiri dari BEM Nusantara dan GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), mengawal penuh proses pembongkaran makam dan autopsi jenazah almarhum Lucky Sanu di Pekuburan Ruben Mesak RT 025/RW 006, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, pada Kamis (15/1/2026).

Kehadiran aliansi mahasiswa ini bertujuan memastikan proses autopsi berjalan dengan baik, profesional, serta mampu mengungkap fakta sebenarnya terkait kematian almarhum Lucky Sanu yang selama ini diduga bukan akibat kecelakaan lalu lintas.

Perwakilan BEM Nusantara, Andi Sanjaya, menyampaikan bahwa aliansi mahasiswa hadir untuk mengawal langsung proses autopsi agar berjalan sesuai prosedur hukum dan etika.

Baca juga: Makam Lucky Sanu Dibongkar Kembali, Kuasa Hukum Yakini Pelaku Pembunuhan Lebih dari Dua

“Hari ini kami dari aliansi sedang mengawal proses autopsi kasus ini agar berjalan dengan baik,” ujar Andi di lokasi pemakaman.

Ia menegaskan, pihaknya meminta kepolisian agar pelaksanaan autopsi tidak hanya dijadikan sebagai pemenuhan formalitas hukum, tetapi benar-benar bertujuan mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.

“Kami dari aliansi meminta kepada pihak kepolisian agar proses autopsi ini jangan sekadar formalitas hukum saja dan agar memberikan keadilan serta transparansi kepada keluarga,” tegasnya.

Sementara itu, Putra, perwakilan dari GMKI, berharap autopsi ini dapat membuka fakta yang selama ini tertutup.

Ia menyinggung bahwa kasus kematian Lucky Sanu telah berlangsung cukup lama dan pada awalnya dilaporkan sebagai kecelakaan lalu lintas.

“Untuk autopsi ini, kami dari GMKI berharap agar fakta bisa terbongkar karena sudah lebih dari dua tahun dan awalnya dilaporkan sebagai kasus lakalantas,” kata Putra.

Aliansi Keadilan untuk Lucky dan Delfi menyatakan akan terus mengawal proses hukum hingga hasil autopsi diumumkan secara resmi dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Mereka menegaskan bahwa keterbukaan dan profesionalisme aparat menjadi kunci agar rasa keadilan dapat dirasakan oleh keluarga korban dan masyarakat luas. (uge)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.