HIV/AIDS di Bondowoso Bertambah 155 Orang pada 2025, Balita hingga Lansia Terjangkit
January 15, 2026 08:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso – Jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Bondowoso terus mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada tambahan 155 kasus baru HIV/AIDS hasil dari kegiatan screening, tracing, dan tracking yang dilakukan secara intensif.

Dengan penambahan tersebut, total ODHA di Bondowoso kini mencapai 1.483 orang.

Data ini dipaparkan oleh Pokja TB-HIV Kabupaten Bondowoso bersama Dinas Kesehatan saat rapat bersama Komisi IV DPRD Bondowoso, Kamis (15/1/2026).

Baca juga: Kekurangan Auditor, Inspektorat Bondowoso Awasi Hampir 600 Entitas dengan SDM Terbatas

Balita hingga Lansia

Ketua Pokja TB-HIV Kabupaten Bondowoso, Funky Indraayu Shanti, menjelaskan bahwa kasus HIV/AIDS tidak hanya terjadi pada usia produktif, tetapi juga ditemukan pada anak-anak hingga lansia.

“Anak usia di bawah 4 tahun ada 4 orang, usia 15–19 tahun ada 5 orang, usia 20–24 tahun sebanyak 14 orang, dan usia 25–49 tahun mendominasi dengan 106 orang,” rinci Funky.

Kelompok usia di atas 50 tahun tercatat sebanyak 26 orang.

“Lebih dari 50 tahun ada 26 orang yang positif HIV/AIDS,” ujarnya.

Baca juga: Angin Kencang Picu Pohon Tumbang di Bondowoso, Lalu Lintas Sempat Tersendat

Funky menjelaskan, kasus HIV/AIDS pada balita umumnya terjadi akibat penularan dari ibu ke anak. Padahal, risiko penularan sebenarnya bisa ditekan jika ibu yang terdeteksi ODHA rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV).

“Mungkin baru tahu, atau tidak rajin, putus obat,” jelasnya.

Untuk kelompok remaja, Funky menyebut perilaku berisiko masih menjadi faktor dominan.

“Di kalangan remaja, banyak yang positif HIV/AIDS karena makin marak penyimpangan, yaitu lelaki seks lelaki (LSL),” katanya.

Baca juga: Lapas Bondowoso Panen Lele dan Sayuran, Disumbangkan Korban Bencana

Upaya Pencegahan

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PM) Dinas Kesehatan Bondowoso, Goek Fitri Purwandari, menegaskan bahwa upaya pencegahan terus dilakukan melalui tracing, tracking, serta sosialisasi ke berbagai kelompok masyarakat.

Dia mencontohkan tracing intensif yang dilakukan saat pertama kali ditemukan seorang warga usia 22 tahun yang terkonfirmasi positif HIV/AIDS.

Untuk layanan pengobatan, Goek menyebut Bondowoso telah memiliki 12 fasilitas kesehatan yang melayani ODHA secara gratis sesuai standar operasional prosedur.

Baca juga: Profil Singkat AKBP Aryo Dwi Wibowo, Kapolres Bondowoso yang Baru

“Di antaranya dua rumah sakit, RSUD dr. Koesnadi dan RS Bhayangkara, serta 10 puskesmas,” ujarnya.

Puskesmas tersebut antara lain berada di Maesan, Tlogosari, Tenggarang, Kotakulon, Prajekan, Jambesari Darus Sholah, Sumberwringin, Tamanan, dan Tapen.

Screening ASN dan Pesantren

Komisi IV DPRD Bondowoso menyoroti penurunan anggaran penanganan HIV/AIDS tahun ini akibat efisiensi. Tahun sebelumnya, anggaran tercatat mencapai Rp300 juta, sementara tahun ini disebut mengalami pengurangan, meski nominal pastinya belum dirinci.

Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Abdul Majid, menegaskan bahwa saat ini fokus bukan lagi pada besaran anggaran, melainkan strategi penguatan pencegahan.

“Sekarang bukan soal anggaran semakin kecil, tapi bagaimana strategi menghadapi keterbatasan dukungan dalam tracing dan tracking,” katanya.

Baca juga: Profil Singkat AKBP Aryo Dwi Wibowo, Kapolres Bondowoso yang Baru

Salah satu langkah yang didorong adalah screening dan sosialisasi di pondok pesantren.

“Pesantren yang harus kita jaga, kita amankan bagaimana terutama para santri terbebas dari penyakit yang diindikasi berbahaya,” ujarnya.

Selain itu, Komisi IV juga mendorong screening TB-HIV di lingkungan ASN Pemkab Bondowoso sebagai bentuk keteladanan.

“Ini wujud tanggung jawab kita memberi contoh pertama. Rencana aksi akan segera kita susun,” terang Majid.

Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajat, menekankan pentingnya komitmen seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

“Keseriusan Dinkes wajib lebih ditingkatkan lagi ke depan, karena dari sisi anggaran sangat tidak layak,” tambah.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.