PMK Kembali Marak, Peternak di Sukoreno Kulon Progo Diimbau Jaga Kondisi Sapi Ternak
January 15, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kulon Progo kembali merebak di awal 2026 ini. Menyikapi hal itu, peternak di sentra ternak Kalurahan Sukoreno Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, mulai melakukan antisipasi. 

Lurah Sukoreno, Olan Suparlan, mengatakan sejauh ini kasus PMK belum ditemukan di sentra ternak Sukoreno.

Meski kasus ini dilaporkan menyerang puluhan sapi yang ada di sejumlah kapanewon, untuk wilayah Sukoreno Sentolo masih aman.

Belum ada temuan

"Sampai saat ini belum ada laporan resmi tentang paparan PMK pada sapi di Sukoreno," kata Lurah Sukoreno, Olan Suparlan ditemui pada Kamis (15/01/2026).

Ia tak menampik bahwa warga sempat melaporkan kabar jika PMK mulai kembali menyerang sejumlah sapi di Sukoreno. Namun kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Kasus PMK di Sukoreno terakhir dilaporkan terjadi di awal 2025. Menurut Olan, tidak ada kematian sapi yang dilaporkan akibat PMK selama periode tersebut.

Antisipasi

"Meski begitu kami tetap menyiapkan antisipasi, terutama untuk Iduladha nanti," ujarnya.

Iduladha menjadi perhatian karena di momen tersebut mobilitas hewan ternak dari luar ke Kulon Progo atau sebaliknya meningkat. Potensi penyebaran PMK pun semakin tinggi.

Peternak di Sukoreno pun kini diimbau untuk menjaga kondisi sapi yang diternakkan. Seperti memastikan asupan gizi yang cukup, kandang yang bersih, hingga penanganan sanitasi yang baik.

"Kami juga berkoordinasi dengan Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) agar saat ada kasus bisa langsung ditindaklanjuti," jelas Olan.

Tidak separah 2022

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo, Yuriati menyampaikan ada tren peningkatan kasus PMK di awal 2026 ini. Peningkatannya terlihat dari jumlah kasus aktif yang mengalami penambahan.

Meski begitu, ia menyatakan bahwa kasus PMK kali ini tidak separah 2022 silam. Sebab saat ini sudah banyak sapi yang divaksin dan para peternak juga sudah tahu cara penanganan hingga pencegahannya.

"Gejala yang muncul kali ini juga lebih ringan dibandingkan saat 2022 lalu," kata Yuriati belum lama ini.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.