Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Hakim Ad Hoc di Lampung masih menjalani tugasnya dengan baik dalam setiap persidangan.
Humas Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang Kelas 1 A, Dedy Wijaya Susanto mengatakan, hakim Ad Hoc di Lampung saat ini masih kondusif serta masih menjalankan tugasnya secara profesional.
"Para hakim Ad Hoc di PN Tanjungkarang masih kondusif dengan kondisinya dalam artian seluruh persidangan telah terselenggara dengan baik," kata Dedy Wijaya Susanto, saat diwawancarai di PN Tanjungkarang Kelas 1 A, Kamis (15/1/2026).
Pihaknya mencatat bahwa total keseluruhan hakim di PN Tanjungkarang mencapai 29 orang.
Hakim Ad Hoc hanya ada 9 orang diantaranya hakim ad hoc Tipikor dan 4 hakim ad hoc PHI, sementara hakim ad hoc perikanan tidak ada.
"Hakim ad hoc yang berangkat ke Jakarta melakukan RDP dengan DPR RI juga sudah ada yang berangkat, sudah perwakilan dan masih ada hakim ad hoc masih berada di kantor," ujar Dedy.
PN Tanjungkarang telah memfasilitasi segala masukan dari para hakim ad hoc di Lampung tersebut, semua diperjuangkan oleh MA (Mahkamah Agung).
Pimpinan di PN Tanjungkarang menfasilitasi diteruskannya aspirasi tersebut kepada pihak MA kepada pihak berwenang yakni pemerintah.
"MA hanya mengusulkan agar gaji hakim ad hoc ditinjau ulang, MA tidak berwewenang serta merta. Akan tetapi MA hanya bisa mengusulkan kepada Kemenkeu, hingga ditinjau ulang hakim ad hoc dan semua telah disampaikan hingga diakomodir," kata Dedy.
Untuk penggajian dilihat dari keuangan negara dan MA mengakomodir dari hasil permintaan para hakim tersebut.
"Pengusulan setiap tahun dilakukan, gaji sudah dikaji kembali pertahunnya untuk dan peningkatan gaji tersebut atas perimbangan inflasi," ucapnya.
Dedi mengatakan, institusi masing-masing menggaji secara profesional sesuai berat ringan tugas dari institusi tersebut.
Dari risiko juga dilihat dan tak bisa menyamaratakan, hingga penggolongan gaji ranahnya pihak keuangan.
"Kami dulu gaji tak naik diperjuangkan untuk naik, kita ketahui pengadilan cuma bisa minta dan tak bisa menilai. Makanya kita lakukan support dan juga memberi dukungan," tukas Dedy.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)