Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai momentum introspeksi dalam menjaga kondusivitas dan kerukunan umat.
Terlebih, momen peringatan agung bagi umat muslim ini dinilai sangat krusial karena berdekatan dengan persiapan menyongsong bulan suci Ramadan 2026.
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Lampung, Erwinto, menegaskan pentingnya refleksi diri dalam menghadapi dua momentum besar keagamaan tersebut.
"Isra Miraj dan Ramadan adalah momen besar. Ini waktu yang sangat baik untuk refleksi dan memperbaiki diri, baik secara pribadi maupun sosial," ujar Erwinto, Kamis (15/1/2026).
Terkait pelaksanaan peringatan Isra Miraj di di Lampung, Erwinto berpesan agar masyarakat lebih selektif dalam memilih pengisi tausiyah.
Erwinto meminta agar masyarakat menghadirkan sosok penceramah yang mampu membangun rasa persatuan, bukan sebaliknya.
"Kami mengimbau agar menghadirkan penceramah yang menyejukkan, yang mengajak persatuan, bukan yang bersifat provokatif atau memecah belah," tegasnya.
Ia menyebut hal ini penting di tengah dinamika geopolitik global dan nasional yang masih fluktuatif, sehingga doa dan munajat untuk keamanan Indonesia, khususnya Lampung, sangat diperlukan.
Di samping itu, Erwinto mengatakan pihaknya juga telah bergerak di lapangan melalui aksi nyata melibatkan penyuluh agama, kepala KUA, hingga penghulu.
Menurutnya, sejak awal Januari 2026, berbagai kegiatan lintas iman telah digalakkan untuk mempererat toleransi antar umat beragama di tingkat akar rumput.
"Kami sudah menggerakkan silaturahmi lintas agama, berkunjung ke rumah-rumah ibadah lima agama. Ada juga kegiatan bersama seperti bersih-bersih rumah ibadah dan penanaman pohon," jelasnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga dilakukan pendekatan silang antar umat beragama.
"Jadi, umat Muslim dilibatkan dalam kegiatan di lingkungan pura, sementara umat agama lain turut berpartisipasi di lingkungan masjid sebagai simbol kebersamaan dan toleransi," ujarnya.
Lebih lanjut, Erwinto mengatakan rencana peringatan Isra Miraj tingkat Kanwil Kemenag Lampung tahun ini akan digabungkan dengan kegiatan Songsong Ramadan.
Meski akan ada seremonial, Erwinto memastikan kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran negara (APBN) karena adanya kebijakan efisiensi.
"Seremoninya tetap ada, tapi tanpa anggaran negara. Kegiatan dilakukan secara gotong royong melalui infak pribadi ASN dan pegawai," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)