Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumba Barat Daya yang juga adalah Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T memimpin rapat kerja penyusunan program kerja untuk pengembangan olahraga 5 tahun ke depan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Roo Luwa Cafe dan Resto, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, Kamis (15/1/2026).
Ketua KONI Sumba Barat Daya, Ratu Wulla meminta setiap cabang olahraga untuk menyusun program kerja strategis menjawab pengembangan olahraga berprestasi ke depan.
Ia menyarankan agar setiap cabang olahraga menggelar turnamen sebanyaknya demi melahirkan atlet-atlet berbakat dan berprestasi mengharumkan nama daerah baik pada saat berlaga di even regional, nasional bahkan even internasional.
Hadir dalam rapat kerja tersebut yakni Sekretaris KONI SBD, Yohanes Tende, Ketua Harian, Thomas Tanggu Dendo, para wakil ketua, ketua-ketua bidang dan para pimpinan cabang olahraga.
Dalam sambutannya, Ketua KONI SBD , Ratu Ngadu Bonnu Wulla mengatakan gelar rapat kerja tersebut memiliki peran strategis untuk merancang kebijakan, pengelolaan dan pengembangan olahraga berprestasi daerah ini.
Untuk itu, ia meminta para ketua baik itu ketua harian hingga ketua bidang untuk melakukan koordinasi baik dalam menyusun program kerja demi kemajuan olahraga Sumba Barat Daya ke depan.
Program kerja yang dibuat harus menjawab kebutuhan pengembangan olahraga berprestasi dengan menetapkan skala prioritas.
Baca juga: Hutan Lindung Jadi Lahan Pertanian, Di Watukanggorok, Sumba Barat Daya
"Keberadaan KONI harus memberikan efek prestasi bagi daerah ini. Ke depan, tidak asal kirim kontingen keluar. Kalau kirim, harus pastikan kontingen kita bisa juara. Jangan sampai baru masuk babak penyisihan, sudah pulang. Sehingga perlu pemetaan yang jelas," tegasnya.
Ia menambahkan, selain pemetaan cabang olahraga berprestasi juga berharap ke depannya pembinaan secara maksimal tèrhadap cabang-cabang olahraga lainnya agar bisa berprestasi pula.
Dan mendorong terselenggaranya kompetisi mulai tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten untuk menjaring atlet dan memberi ruang bersinergi saat membela SBD di ajang yang lebih tinggi.
"Saya harap perekrutan harus lebih terbuka dan profesional. Tidak boleh lagi asal comot dan langsung bertanding. Hasilnya kesulitan saat bertanding karena tidak saling kenal, dan tahu kelebihannya masing-masing. Ada anggaran, silahkan gunakan untuk cabor yang ada," ujarnya.
Untuk itu berharap melalui rapat kerja ini dapat melahirkan program-program strategis bagi pengembangan olahraga berprestasi bagi Sumba Barat Daya ke depan. (pet)