Kronologi Penemuan Mayat Perempuan Lansia di Sungai Balane Sangihe Sulawesi Utara
January 15, 2026 10:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sesosok mayat perempuan ditemukan di Sungai Balane, Kampung Bukide, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (15/1/2026). 

Mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 04.00 Wita. Saat ditemukan kondisi mayat sudah tidak utuh. 

Pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mencari udang dan belut di sungai.

Warga lantas melapor ke pemerintah kampung. 

Selanjutnya pemerintah kampung meneruskan informasi itu ke Polsek Tabukan Selatan.

Korban diketahui bernama Kahembau (74), warga Kampung Lesabe I.

Kapolsek Tabukan Selatan Iptu Budyanto Salindeho menyebut, korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak 16 Desember 2025.

Iptu Budyanto Salindeho mengatakan, identitas diketahui setelah dilakukan pencocokan terhadap pakaian, barang bawaan, dompet, dan Alkitab yang ditemukan di lokasi.

"Pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah ibu Gritje Kahembau,” ujar Kapolsek 

Kronologi

Penemuan mayat ini bermula saat warga bernama Roy Max Lambiu bersama empat rekannya menyusuri Sungai Balane untuk mencari udang dan belut sejak pukul 22.30 Wita.

Pada pukul 04.00 Wita, mereka melihat sesosok mayat di pinggir kanan sungai dalam kondisi tidak utuh.

Mereka pun menginformasikan temuan tersebut kepada aparat kampung. 

Oleh aparat kampung, informasi itu lantas diteruskan kepada pihak berwajib. 

Polsek Tabukan Selatan lantas menerima laporan pada pukul 08.05 Wita. 

Selanjutnya bersama  Koramil 1301-09 Tabukan Selatan, pemerintah kampung, masyarakat, serta keluarga korban, mereka mendatangi lokasi kejadian yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Kampung Bukide.

Begitu tiba, anggota kepolisian Polsek Tabukan Selatan langsung melakukan evakuasi jenazah ke rumah duka.

Selanjutnya mengumpulkan bahan keterangan, serta melakukan dokumentasi identifikasi terhadap korban. jelasnya.

Korban dilaporkan hilang saat pulang berjalan kaki usai mengikuti ibadah Natal Pelayan Keluarga Ibu Resort Tabukan Selatan Rayon I.

Korban berjalan lebih dahulu, sementara anaknya sempat tertinggal.

Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung tiba di rumah.

Upaya pencarian telah dilakukan secara intensif oleh pihak kepolisian, TNI, masyarakat, Basarnas Sangihe, hingga Majelis Pimpinan Sinode GMIST.

Setelah 29 hari pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Terkait penyebab kematian, Kapolsek menyatakan tidak ditemukan indikasi tindak pidana.

“Dari hasil analisa awal, tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana," ujar dia.

Korban diduga kelelahan dan tidak mampu melanjutkan perjalanan.

"Usia korban yang sudah lanjut dan medan jalur potong yang cukup berat,” ungkapnya.

Pihak keluarga menerima peristiwa kematian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi.

Jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka keluarga Mandoko–Kahembau di Kampung Lesabe I dan rencananya akan dimakamkan pada Jumat (16/1/2026) pukul 13.00 Wita.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini


 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.