SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kota bukan sekadar deretan beton dan aspal, melainkan sebuah ruang etika tempat nilai kemanusiaan diuji. Premis kritis inilah yang akan dibedah oleh pengamat politik dan filsuf, Rocky Gerung, dalam ajang Pandu Negeri Public Lecture Series #001 di Surabaya, Jawa Timur (Jatim).
Mengusung tema "Spirit of Humanity and Human Solidarity", forum ini dirancang sebagai ruang refleksi terbuka untuk melihat kembali relasi antara manusia, kota dan negara di tengah ketidakpastian global.
Ketua Penyelenggara Pandu Negeri, Aryo Seno Bagaskoro, mengungkapkan bahwa pemilihan Surabaya sebagai lokasi perdana memiliki makna strategis untuk menghidupkan kembali tradisi diskusi di ruang publik.
“Kehadiran Rocky Gerung penting, karena beliau konsisten mengingatkan bahwa kota bukan sekadar ruang pembangunan, tetapi ruang etika. Dari Surabaya, kami ingin nilai kemanusiaan dan watak kebangsaan diuji kembali dalam praktik sehari-hari,” ujar Seno, Kamis (15/1/2026).
Seno menambahkan, forum ini diposisikan sebagai jembatan gagasan antara rakyat dan para pemimpin.
Di tengah situasi geopolitik dunia yang penuh tensi, publik dinilai merindukan kepemimpinan yang berpijak pada nilai solidaritas sosial.
Daya tarik utama kuliah umum ini bukan hanya pada sosok Rocky Gerung, Pandu Negeri juga menghadirkan panelis dengan latar belakang kebijakan dan akademik yang kuat untuk menciptakan dialog yang multidimensi.
Tokoh nasional Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta akademisi Airlangga Pribadi dipastikan hadir untuk memperkaya perspektif antara praktik kebijakan dan realitas sosial perkotaan saat ini.
“Forum ini bukan untuk saling menggurui, tetapi untuk saling memahami arah bersama dan membangun kepekaan sosial,” lanjut Seno.
Pandu Negeri Public Lecture Series #001 terbuka untuk umum, dan mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berpikir bersama mengenai arah peradaban bangsa.
Berikut jadwal lengkap pelaksanaannya:
Melalui pertemuan para pemikir dan praktisi kebijakan ini, diharapkan lahir masukan-masukan kontekstual yang relevan dengan tantangan zaman, karena arah bangsa sering kali ditentukan oleh nilai-nilai yang tumbuh di kota-kotanya.