Bazdes Mergosari Wonosobo Tunjukkan Zakat Desa yang Dikelola Baik Berdampak ke SDM
January 15, 2026 10:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Badan Amil Zakat Desa (Bazdes) Mergosari, Wonosobo kembali menyalurkan dana zakat tahap kedua yang difokuskan pada sektor pendidikan. 

Kegiatan pentasyarufan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Mergosari, Kamis (15/1/2026).

Baca juga: Tenggelam Karena Kejar Perahu Hanyut di Waduk Wadaslintang Wonosobo, Jasad Agus Akhirnya Ditemukan

Ketua UPZ/Bazdes Mergosari, Mutholib, mengatakan penyaluran kali ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya yang telah menyasar bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Alhamdulillah untuk perjalanan UPZ, Bazdes Desa Mergosari sekarang adalah mentasyarufkan tahap kedua,” ujar Mutholib.

Ia menjelaskan, tahap pertama difokuskan pada penyelesaian RTLH dan telah rampung sepenuhnya. 

Sementara pada tahap kedua, Bazdes mengalihkan fokus ke sektor pendidikan dengan menyasar SD Negeri Mergosari dan MI Ma’arif Mergosari.

“Yang pada hari ini yang kedua adalah untuk membantu pendidikan,” katanya.

Pada tahun ini, total dana zakat yang berhasil dihimpun Bazdes Mergosari mencapai sekitar Rp75 juta. 

Dana tersebut direncanakan disalurkan sekitar 50 persen, dengan prioritas utama pada penguatan pendidikan formal dan keagamaan.

“Ya selanjutnya itu masuk dalam ranah TPQ, Madin, dan Pesantren,” ujar Mutholib.

Sebanyak 60 siswa tercatat sebagai penerima manfaat bantuan pendidikan pada penyaluran kali ini. 

Menurut Mutholib, program tersebut diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.

“Mudah-mudahan, walaupun sesuatu yang kecil ini, bersama-sama menjadi banyak untuk mewujudkan kesejahteraan desa,” tuturnya.

Mutholib juga menyampaikan, jika dihitung secara kumulatif sejak lebih dari dua tahun terakhir, Bazdes Mergosari telah berhasil menghimpun dana zakat hingga Rp110 juta, yang sebelumnya digunakan untuk program RTLH.

Ia mengakui, penghimpunan dana zakat sempat mengalami penurunan, namun program tetap berjalan.

“Alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar hingga saat ini,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, yang mengapresiasi keberadaan Bazdes Mergosari. 

Ia menyebut desa tersebut sebagai salah satu contoh desa yang aktif mengelola zakat secara mandiri.

“Ini salah satu desa yang punya Bazdes di Wonosobo dan berjalan hingga sekarang,” ujarnya.

Ia berharap model pengelolaan zakat desa seperti di Mergosari dapat diikuti oleh desa-desa lain di Kabupaten Wonosobo.

“Saya berharap desa-desa yang lain juga bisa mengikuti membuat UPZ, Bazdes di setiap desa,” ujarnya.

Menurutnya, potensi zakat di tingkat desa cukup besar dan mampu mendukung program pembangunan sosial, terutama pendidikan.

Baca juga: Jalisu Wonosobo Ditutup Mulai Besok, Pemeliharaan dan Penanganan Rawan Longsor Dilakukan 

“Pendidikan adalah yang paling sentral pentasyarufan hari ini sangat sesuai,” tegasnya.

Penyaluran zakat untuk pendidikan merupakan langkah strategis karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan masa depan daerah.

Ia berharap dengan ini ke depan dapat meningkatkan SDM di desa menjadi berkualitas melalui sektor pendidikan yang terus didorong. (ima)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.