TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Timnas Nasional (Timnas) sepak bola putra Indonesia baru saja mendapat pelatih kepala yakni John Herdman.
Selasa (13/1/2026) pagi di Hotel Mulia, Jakarta, pelatih asal Inggris itu diperkenalkan kepada publik tanpa seremoni yang gegap gempita.
Turut pula diperkenalkan anggota keluarganya, istri dan dua anaknya yang sudah remaja.
Kehadiran John Herdman diharapkan bisa mengangkat prestasi Timnas Indonesia di kancah dunia.
Apalagi dengan rekam jejak yang bagus pernah mengantar Timnas Kanada tampil di Piala Dunia 2022, tentu harapan itu ada.
"Target kami adalah lolos ke Piala Dunia dan meraih kemenangan di agenda yang paling dekat," tegasnya.
Harapan yang sama pernah diberikan kepada Shin Tae-yong saat awal mula dipercaya menjadi kepala pelatih Timnas Indonesia pada 2019 lalu.
Harapan itu cukup terbukti membawa Timnas Indonesia untuk pertama kalinya menuju babak keempat pra Piala Dunia zona Asia.
Namun ada sejumlah hal berbeda mengenai dua sosok pelatih asal benua yang berbeda ini, terutama soal fasilitas yang diberikan oleh PSSI selaku pengurus sepak bola tanah air.
Selama menjadi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mendapatkan banyak fasilitas 'mewah'.
Pelatih asal Korea Selatan ini bahkan tak pernah menyangka bisa mendapatkan fasilitas kelas satu dari PSSI.
Shin Tae-yong pernah membocorkan fasilitas yang diperolehnya itu melalui kanal Youtube milik Park Moon-sung dalam acara Dalsu Live.
Usai mengantarkan Timnas Indonesia lolos ke fase gugur Piala Asia untuk kali pertama sepanjang sejarah, Shin Tae-yong bahkan seolah telah menjadi pahlawan nasional.
"Saya jelas tak sebagus Coach [Guus] Hiddink, tetapi saya lebih populer disana, seperti seorang pahlawan nasional," kata Shin Tae-yong dikutip dari Serambinews.com.
Sejak melatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memiliki mobil sendiri lengkap dengan lampu strobo.
Setiap dia bepergian, Shin Tae-yong akan mendapatkan pengawalan khusus dari kepolisian.
"Saya punya mobil sendiri dan ada lampu strobo dengan nomor polisi kode negara. Jadi setiap saya bepergian akan ada suara 'bipbipbip'."
"Tidak semua orang boleh menggunakan kendaraan negara. Jalan terbuka dari kemacetan dan saya melewatinya dengan suara sirine. Saya merasa seperti sangat besar," lanjut Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong juga menemui Presiden Republik Indonesia kala itu yakni Joko Widodo secara khusus.
"Saya bertemu Presiden di sana dan melakukan kunjungan kehormatan," kata Shin Tae-yong.
Pada 2024 lalu, Shin Tae-yong juga mendapatkan fasilitas golden visa dari Presiden Jokowi.
Golden visa merupakan layanan yang memberikan izin tinggal bagi warga negara asing (WNA) dalam waktu 5-10 tahun dengan syarat berinventasi di Indonesia dalam jumlah yang ditentukan.
Untuk tempat tinggal, Shin Tae-yong mendapatkan apartemen bintang lima di kawasan Senopati beserta kendaraan.
Shi Tae-yong beberapa tahun di Indonesia namun tidak membawa serta anak dan istrinya.
Sang istri dan anaknya yang juga pemain bola di Korea hanya sekali-kali menyambanginya di Indonesia kala itu.
Shin Tae-yong kerap bolak-balik Indonesia-Korea untuk menjenguk anak istrinya.
John Herdman oleh PSSI diminta untuk tinggal dan menetap di Indonesia.
John Herdman menyetujui ketentuan tersebut dan bahkan mengajak serta anak dan istrina tinggal bersama di Indonesia.
PSSI mengajukan kontrak dua tambah dua tahun.
John Herdman akan terikat kontrak selama dua tahun lebih dulu, kemudian dapat diperpanjang dua tahun berikutnya apabila kinerjanya dinilai memuaskan dalam menangani Timnas Indonesia.
Dalam kontrak tersebut, Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah fasilitas yang disediakan PSSI.
Fasilitas yang diberikan antara lain tempat tinggal berupa apartemen serta kendaraan operasional.
“Iya, dia sudah langsung tinggal di Jakarta. Terkait fasilitas, kami menyediakan apartemen dan kendaraan,” ujar Sumardji kepada Tribunnews.com, Kamis (15/1/2026).
Mengenai lokasi apartemen, Sumardji enggan mengungkapkan secara rinci demi menjaga privasi.
Ia menegaskan bahwa John Herdman merupakan sosok yang sederhana dan tidak mengajukan permintaan berlebihan.
“Herman orangnya sederhana dan bersahaja. Jadi permintaannya juga wajar,” tutur Sumardji.
Ada kemungkinan John Herdman juga memperoleh fasilitas apartemen tipe keluarga, mengingat pelatih berusia 50 tahun tersebut tinggal di Jakarta bersama keluarganya.
Hal ini berbeda dengan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert yang memilih unit satu kamar karena lebih sering kembali ke negara asal saat tidak ada agenda tim nasiona
Tentu saja gaji ini lebih rendah dibandingkan pelatih Timnas Indonesia sebelumnya Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong.
Patrick kabarnya menerima gaji sekitar Rp 1,3 miliar-Rp 1,5 miliar per bulan atau sebesar Rp 18 miliar per tahun.
Sementara Shin Tae-yong pernah dikabarkan menerima gaji yang lebih besar pada periode kedua kontraknya (2024-2027) yaitu sekitar Rp 1,9 miliar per bulan atau Rp 23,6 miliar per tahun.
Penulis: Hasan/Abdul Madjid