Jakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyampaikan bahwa penutupan Exit Tol Rawa Buaya, Jakarta Barat, merupakan prosedur resmi manajemen lalu lintas, bukan aksi premanisme seperti narasi yang beredar di media sosial.

​"Penutupan pintu keluar Tol Rawa Buaya pada jam sibuk pagi hari karena exit tol tersebut menyebabkan kemacetan yang parah di Jalan Outer Ring Road," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Hal itu disampaikan Syafrin menyusul adanya video viral yang menduga sekelompok pengatur lalu lintas liar atau "Pak Ogah" menutup akses Exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, menggunakan rantai.

​Syafrin menegaskan, biasanya jalan itu ditutup setiap pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB. Pihaknya pun kini tengah mengevaluasi durasi penutupan tersebut agar lebih efektif.

​"Kami akan berkoordinasi dengan Sudishub Jakbar untuk mengubah jam penutupan menjadi pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB," ujar Syafrin.

Sementara itu, ​Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, yang meninjau langsung lokasi kejadian turut meluruskan informasi mengenai penggunaan rantai dan "water barrier".

​Ia menegaskan bahwa peralatan yang digunakan untuk menutup jalan dalam video viral tersebut adalah aset milik Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Barat.

​"Betul, memang itu kemarin itu ditutup oleh Sudishub," ujar Iin.

​Untuk mencegah kesalahpahaman serupa dan mengantisipasi kembalinya "Pak Ogah" yang memanfaatkan situasi saat jalan dibuka-tutup, Iin memastikan penjagaan akan diperketat.

​"Nanti akan ditutup dengan rantai dan dengan kendaraan Dishub sehingga meminimalisir 'Pak Ogah' kembali di lokasi ini," kata Iin.

Pada Kamis pukul 16.30 WIB, Exit Tol Rawa Buaya kini dijaga oleh personel Sudishub dan Satpol PP Jakarta Barat.

Rantai yang semula memblokade akses pun sudah dibuka, sehingga kendaraan dari arah Kembangan bisa langsung melintas menuju Jalan Outer Ring Road arah Cengkareng.

​Kendati demikian, arus lalu lintas di Jalan Outer Ring Road (JORR) terpantau mengalami kemacetan panjang yang mengular sekitar 1 kilometer, mulai dari lampu merah perempatan Cengkareng hingga area jalan layang (flyover) Duri Kosambi-Rawa Buaya.