Jakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyiagakan 1.790 Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) atau Pasukan Oranye untuk menangani sampah di 25 lokasi rawan banjir.
“Fokus kami memastikan sampah tidak menumpuk, saluran air tetap berfungsi optimal, dan lingkungan warga terdampak banjir dapat segera dibersihkan secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto di Jakarta, Kamis.
Hal ini merupakan kesiapsiagaan sekaligus bagian dari antisipasi menghadapi potensi curah hujan tinggi pada periode Januari hingga Februari 2026.
Untuk mendukung upaya tersebut, DLH DKI Jakarta 6menyiagakan berbagai sarana dan prasarana, antara lain 101 unit truk pengangkut sampah, 116 unit alat berat, 15 perahu karet serta 25 bus toilet dan 48 toilet portabel.
Selain itu, disiapkan pula ribuan peralatan kerja, seperti 1.369 cangkrang atau garpu penggaruk sampah, 1.235 cangkul, 1.329 sapu serta 7.836 karung atau plastik sampah.
DLH DKI juga juga menerapkan pola penanganan khusus selama musim penghujan.
Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) disiagakan pula di sembilan titik rawan banjir dengan mengoptimalkan 29 unit saringan sampah otomatis.
Personel lapangan turut dilengkapi dengan perlengkapan pendukung seperti kubus apung, bus toilet, tangki air dan toilet portabel.
“Melalui sistem siaga ini, kami berupaya mencegah sampah menyumbat saluran air serta menjaga kelancaran aliran sungai sehingga dampak banjir dapat ditekan secara efektif,” katanya.







