Tangis Keluarga Pecah Saat Jenazah Syafiq Tiba di Magelang, Ayah: Saya Ikhlas
January 16, 2026 12:10 AM

TRIBUNJATENG.COM - Tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18) tiba di Perumahan Depkes, Kota Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis, (15/1/2026).

Pendaki Gunung Slamet yang ditemukan meninggal tiba sekira pukul 20.27 WIB dan langsung disambut isak tangis keluarga.

Mereka merindukan kedatangan anak bungsu yang kini sudah terbujur kaku tersebut.

Tangis para sanak saudara pecah begitu melihat kotak putih panjang berisi remaja 18 tahun yang kabarnya dinanti-nanti. 

Baca juga: "Duh Bun, Aku Kesasar" Pesan Terakhir Syafiq Kepada Ibunda Sebelum Ditemukan Tewas di Gunung Slamet

Baca juga: "Patah Tulang Paha" Dokter Ungkap Hasil Visum Jenazah Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali

Jenazah lantas disholatkan di masjid setempat dan dikebumikan di tempat pemakaman di Sidotopo.

Sebelum tiba di kompleks Perumahan Depkes, jenazah Syafiq Ali dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk menjalani visum.

Rusman, Ayah Syafiq Ali telah mengikhlaskan kepergian putra bungsunya itu.

"Kami telah mengikhkaskan kepergiannya. Anak saya memang murni musibah kecelakaan," ucapnya di area basecamp Gunung Malang.

Sebelumnya, Syafiq Ali dilaporkan hilang saat melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya sejak Sabtu (27/12/2025).

Ia mendaki bersama teman satu sekolahnya, Himawan Choidar Bahran, warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Berbeda dengan Ali, Himawan telah ditemukan lebih dahulu oleh tim SAR gabungan dalam kondisi selamat pada Selasa (30/12/2025) di sekitar Pos 5.

Sementara, Syafiq Ali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026).

Tim penyelamat kemudian mengevakuasi jasad korban ke basecamp Gunung Malang di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.

Rute ini berubah dari rencana sebelumnya, yang akan dievakuasi melalui basecamp Dipajaya di Kabupaten Pemalang.

Relawan SAR Purbalingga, Andi Fitrianto mengatakan, perubahan rute evakuasi dilakukan karena pertimbangan medan yang sulit serta kondisi cuaca.

Patah Tulang Paha

PENYERAHAN JENAZAH — Basarnas saat secara resmi melakukan penyerahan jenazah Syafiq, pendaki yang ditemukan hilang dan meninggal di Gunung Slamet kepada ayahnya, usai proses visum di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, Kamis (15/1/2026) sore. 
PENYERAHAN JENAZAH — Basarnas saat secara resmi melakukan penyerahan jenazah Syafiq, pendaki yang ditemukan hilang dan meninggal di Gunung Slamet kepada ayahnya, usai proses visum di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, Kamis (15/1/2026) sore.  (TRIBUN JATENG/Farah Anis Rahmawati)

Dokter telah mengungkap hasil visum jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang hilang dan ditemukan tewas di Gunung Slamet Jawa Tengah.

Jenazah Syafiq sendiri telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan melalui jalur Gunung Malang dan tiba di rumah sakit pada pukul 15.50 WIB, Kamis (15/1/2026).

dr. Gunawan,  salah satu dokter forensik RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, yang melakukan visum terhadap Syafiq, memaparkan hasil pemeriksaan luar secara rinci.

“Hari ini pemeriksaan yang kami lakukan adalah visum luar. Dari identifikasi awal, korban berjenis kelamin laki-laki,” ujarnya. 

Ia mengungkapkan, dari kepala hingga ujung kaki, kondisi jenazah sudah mengalami proses pembusukan lanjut. Bahkan, ditemukan belatung yang telah mengerumuni tubuh korban.

“Belatung terpanjang yang kami ukur mencapai sekitar 1,5 sentimeter. Dari pemeriksaan kepala tidak ditemukan jejas atau tanda kekerasan. Begitu juga di leher, dada, maupun perut, tidak ditemukan tanda penganiayaan atau kekerasan,” katanya.

Namun, saat melakukan pemeriksaan pada anggota gerak, tim medis menemukan luka pada bagian paha kiri.

“Pada ekstremitas bawah kiri ditemukan luka berukuran sekitar 6 cm x 5 cm. Di lokasi luka tersebut terdapat tanda-tanda patah tulang paha kiri. Secara visual terlihat adanya deformitas atau perubahan bentuk bila dibandingkan dengan kaki kanan, dan saat diraba memang terdapat tanda patah tulang,” jelasnya.

Terkait estimasi waktu kematian, dr.Gunawan menyebut korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 15 hari sebelum pemeriksaan dilakukan.

“Perkiraan waktu kematian kurang lebih 15 hari, dilihat dari kondisi jenazah dan keberadaan belatung,” ungkapnya.

Meski ditemukan patah tulang, dr.Gunawan menegaskan, pihaknya tidak dapat memastikan penyebab kematian, apakah akibat jatuh atau sebab lainnya, karena pemeriksaan yang dilakukan hanya pemeriksaan luar saja. 

“Untuk penyebab pasti kami tidak bisa menyimpulkan, karena ini hanya pemeriksaan luar. Namun dari hasil visum luar ini memang tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan,” tegasnya.

Dengan hasil tersebut, proses penanganan jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan pun memasuki tahap akhir. Jenazah kini telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Proses ini pun sekaligus mengakhiri pencarian panjang yang sempat menyita perhatian publik dan mengundang empati luas dari masyarakat

Dikawal Sampai Rumah Duka

Pendaki Hilang — Ayah Syafiq, Dani Rusman saat dijumpai dalam proses evakuasi penurunan jenazah anaknya, di jalur Pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang, Kamis (15/1/2026).
Pendaki Hilang — Ayah Syafiq, Dani Rusman saat dijumpai dalam proses evakuasi penurunan jenazah anaknya, di jalur Pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang, Kamis (15/1/2026). (TRIBUN JATENG/Farah Anis Rahmawati)

Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat Purnomo, menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya korban. Ia memastikan pihak kepolisian siap mengawal proses pemulangan jenazah hingga ke kediaman keluarga di Magelang.

“Kami segenap stakeholder terkait menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya almarhum. Kami juga siap mengawal jenazah sampai ke rumah duka di Magelang dan menyerahkannya langsung kepada pihak keluarga,” ujarnya kepada awak media, Kamis (15/1/2026). 

Ia menjelaskan, dari pihak rumah sakit telah dilakukan visum luar terhadap jenazah. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya luka akibat penganiayaan atau tanda-tanda kekerasan.

“Dari hasil visum luar, tidak ditemukan tanda penganiayaan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga, dan keluarga telah membuat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi atau pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, Polres Purbalingga pun telah secara resmi menyerahkan jenazah almarhum kepada keluarga untuk dimakamkan. (Farah Anis Rahmawati) 

(*)

Sumber: kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.