WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Tokoh Pemuda Jakarta Barat, Umar Abdul Azis mengungkapkan apresiasi yang mendalam terhadap program yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat II.
Acara yang menghadirkan para kepala sekolah dari jenjang pendidikan negeri maupun swasta tersebut memiliki makna penting bagi pengembangan kerja sama di wilayah Jakarta Barat.
"Kegiatan ini berdampak positif dalam menyusun jalur komunikasi yang efektif, " kata Umar, Kamis (15/1).
Melalui pertemuan ini, lanjut Umar, para kepala sekolah dapat berinteraksi langsung dengan pihak Dinas Pendidikan serta kepolisian, dengan tujuan utama untuk menyatukan persepsi dan langkah penanganan berbagai permasalahan yang tengah dihadapi.
"Khususnya terkait kasus kenakalan remaja yang akhir-akhir ini seringkali berkembang menjadi tawuran antar pelajar, " ujarnya.
Baca juga: Darurat Kekerasan Anak di Jakarta, DPRD DKI Ungkap ‘Api dalam Sekam’ di Sekolah
Dalam kesempatan tersebut, Umar Abdul Azis juga menyampaikan pandangannya mengenai peran penting guru Bimbingan dan Konseling (BK) di setiap sekolah.
Menurutnya, peran guru BK seharusnya lebih fokus pada fungsi kontrol dan pencegahan, bukan hanya sebatas mengidentifikasi kasus kenakalan siswa yang sudah terjadi.
"Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang kuat untuk mencegah terjadinya tindakan tidak diinginkan dari para pelajar," terangnya.
Selain itu, Umar mengemukakan harapannya agar Pemerintah Kota Jakarta Barat dapat menambah Kuota Kebutuhan Instansi (KKI) untuk guru BK.
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa jumlah guru BK di setiap sekolah di wilayah DKI Jakarta masih sangat minim, sehingga kapasitas untuk menangani kebutuhan konseling dan pembinaan siswa belum optimal.
Baca juga: Darurat Kekerasan Anak di Jakarta, DPRD DKI Ungkap ‘Api dalam Sekam’ di Sekolah
"Alhamdulillah Jakarta Barat semua berkomunikasi dengan baik dan lancar tiga pilar. Kerjasama yang terjalin dengan instan antara tiga pihak sekolah, dinas pendidikan, dan kepolisian telah memberikan kontribusi signifikan dalam menekan angka tawuran dan kasus kenakalan remaja di wilayah Jakarta Barat," ucapnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Jakarta Barat kegiatan dialog dan edukasi perlindungan anak yang melibatkan pelajar, guru, serta orang tua, di Ruang MH Thamrin di Gedung Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Blok B Lantai 2, pada Kamis (15/1/2026).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Sudin Pendidikan Jakarta Barat.
Dalam acara tersebut, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, secara tegas menyampaikan komitmen pemerintah dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Acara yang menghadirkan berbagai pihak terkait tersebut menjadi wadah untuk menyampaikan bahwa upaya menciptakan keamanan di sekolah bukan tanggung jawab tunggal pemerintah semata.
Menurut Iin Mutmainah, kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi unsur krusial dalam mewujudkannya.
"Tidak semua kondisi bisa langsung dikatakan aman, tetapi tangan kita semua harus ikut bekerja. Fungsi perlindungan anak ini harus kita lakukan bersama, dengan komunikasi yang baik dan kepedulian yang nyata," ucapnya.
Pendidikan digambarkan sebagai kunci utama dalam menjaga hak-hak anak sekaligus membangun kota yang sehat dan beradab.
Wali Kota menekankan bahwa pendidikan adalah hak dasar anak yang memiliki peran sangat penting bagi perkembangan daerah.
"Menjaga kelas pendidikan berarti menjaga masa depan Jakarta Barat. Anak-anak inilah yang kita harapkan menjadi penerus pembangunan," jelasnya dengan tegas.
Dalam paparannya, Iin juga menyoroti kondisi kekerasan terhadap anak yang masih menjadi perhatian serius.
Berbagai bentuk kekerasan, mulai dari seksual, fisik, hingga psikis, ditemukan sebagai masalah yang perlu ditangani secara menyeluruh.
Data menunjukkan bahwa kasus kekerasan anak masih menjadi gunung es, di mana kondisi yang terlihat belum mencerminkan realitas yang sebenarnya.
"Kekerasan seksual menjadi perhatian utama, disusul kekerasan fisik dan psikis. Karena itu, pencegahan dan edukasi harus terus kita perkuat," jelasnya.
Selain itu, Pemkot Jakarta Barat juga mendorong peran aktif anak muda sebagai agen perubahan melalui pembentukan pusat informasi dan konseling remaja di sekolah.
Salah satu upayanya adalah dengan menghadirkan Duta Generasi Peduli (Dita Gendung) yang berperan sebagai pionir dan agen perlindungan anak di lingkungan sekolah.
Iin menjelaskan bahwa kemajuan teknologi dan akses informasi yang dimiliki anak muda saat ini perlu diimbangi dengan pemberian pengetahuan yang benar, pendidikan berkualitas, jejaring positif, dan lingkungan yang aman agar mereka terhindar dari situasi berisiko.
Upaya menciptakan sekolah aman juga erat kaitannya dengan lingkungan sekitar. Pemerintah, sekolah, dan masyarakat diharapkan sama-sama bertanggung jawab dalam menjaga toleransi, keamanan, dan kenyamanan bagi setiap anak.
"Melalui peran pemerintah, kami terus mendorong terwujudnya sekolah yang aman secara fisik maupun psikologis. Ini bukan hanya program, tetapi komitmen bersama untuk melindungi generasi masa depan Jakarta Barat," pungkas Iin