Tebing 4 Meter Longsor di Telaga Sarangan Magetan, Batu Besar Sempat Ganggu Akses Jalan Wisata
January 16, 2026 12:32 AM

 

SURYA.co.id | MAGETAN - Cuaca ekstrem mengakibatkan longsor kembali terjadi Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur, Kamis (15/1/2026).

Tebing setinggi 4 meter mengalami tanah longsor, bahkan sebuah batu besar juga ikut terjatuh hingga menyebabkan akses jalan wisata terganggu.

Baca juga: Viral Getok Harga di Telaga Sarangan, PHRI Magetan: Sudah Lima Kali Terjadi

Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Sarangan, Supriyanto, mengatakan kejadian berawal dari hujan deras sejak Rabu rabu (14/1/2026), sampai dini hari.

“Hujan disertai angin, ada sebagian tanah kena air dari atas terjadilah tanah longsor, disertai batu besar yang membahayakan,” ujar Supriyanto.

Dekat dengan Jalur Wisatawan

Menurutnya, tebing setinggi 4 meter dan lebar 2 meter, dekat dengan jalan yang sering dilalui oleh wisatawan.

Petugas gabungan dikerahkan guna membersihkan material tanah longsor.

“Sementara jalan untuk aktivitas ke Telaga Sarangan ini terganggu. Masyarakat bersama BPBD, TNI Polri, Perhutani, segera dibersihkan karena besok ada acara Larungan, agar aktivitas pengunjung lancar,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum terjadi Tanah Longsor posisi batu besar mengancam keselamatan masyarakat sekitar.

Alhasil, potensi bahaya yang berisiko jatuh sewaktu-waktu jadi hilang.

“Tidak ada warung maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara nihil, hanya memutus akses jalur. Sebenarnya batu itu sudah membahayakan sejak beberapa hari lalu. Kalau sudah jatuh jadi tidak was was,” tandasnya.

Pembersihan Material Longsor

Kasi Darlog BPBD Magetan Eka Wahyudi menjelaskan, Tanah Longsor disebabkan oleh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan kemiringan tebing yang curam, terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, dengan ukuran longsoran setinggi kurang lebih 4 meter dan lebar 4 meter.

“Material longsor pada tebing menutup menutup 50 persen Jalan Lingkar Telaga Sarangan sisi barat. Material longsor berupa 5 batu berdiameter sekitar 2 meter dan bonggol pohon, tidak terdapat korban jiwa pada kejadian ini,” jelas Eka.

Pihaknya melakukan pendataan di lokasi sekira pukul 07.45 WIB, sekaligus berkoordinasi bersama unsur terlibat, melaksanakan pembersihan material longsor berupa 5 batu berdiameter sekitar 2 meter dan bonggol pohon, serta timbunan tanah.

“Pembersihan dilakukan menggunakan alat berat dan pukul 14.00 WIB penanganan material longsor berupa tanah telah berhasil diselesaikan,” bebernya.

BPBD Kabupaten Magetan juga melakukan pemantauan, koordinasi dengan DPUPR, BBWS Bengawan Solo, Perhutani, Dinas Pariwisata dan Forkopimcam terkait upaya mitigasi struktural, seperti perkuatan tebing atau penataan drainase di sekitar lokasi rawan longsor, terutama pada saat curah hujan meningkat.

“Menambah papan rambu peringatan dan meningkatkan sosialisasi bersama Perhutani, Dinas Pariwisata, Forkopimcam kepada para pelaku usaha serta wisatawan terkait kewaspadaan tanah longsor di tebing sisi barat Telaga Sarangan,” ungkapnya.

Eka mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan untuk waspadai tanda tanda Tanah Longsor, seperti retakan di tanah atau dinding rumah, Pohon atau tiang miring, Air keruh keluar dari celah tanah, dan Suara gemuruh dari arah lereng.

“Hindari Aktivitas di Sekitar Lereng Terjal, terutama saat dan setelah hujan deras di kawasan Telaga Sarangan, khususnya pada kondisi cuaca hujan. Pantau Informasi Cuaca Resmi dari BMKG. Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan bersama,” tandas Eka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.