Uji Adrenalin di Sirkuit All-Terrain BYD Zhengzhou: Parkir Kepiting hingga Menaklukkan Bukit Pasir
January 16, 2026 01:38 AM

Laporan Langsung Wartawan Tribunnews.com, Malvyandie dari Kota Zhengzhou, China

TRIBUNNEWS.COM, ZHENGZHOU - Udara dingin yang menusuk langsung menyergap ketika saya dan puluhan awak media dari Indonesia melangkah turun dari bus yang membawa kami dari Hotel JW Marriott, Zhengzhou.

Layar ponsel menunjukkan bahwa suhu di ibu kota Provinsi Henan, China, itu di angka 4 derajat. Begitu dingin bagi kami yang berasal dari negara tropis.

Zhengzhou berjarak 3 jam dari Beijing (Ibu Kota China) jika menggunakan kereta cepat, 4–4,5 jam dengan pesawat (termasuk waktu bandara), atau 7 jam dengan mobil.

Hari Rabu (14/1/2025) pagi, saya dan rombongan tiba di sebuah fasilitas raksasa yang menjadi simbol kecanggihan teknologi otomotif Tiongkok: Sirkuit All-Terrain BYD Zhengzhou.

Berdiri di atas lahan seluas 198.700 m2, sirkuit yang baru diresmikan pada Agustus 2025 ini bukan sekadar lintasan balap biasa. 

Ini adalah sirkuit all-terrain khusus kendaraan energi baru (NEV) pertama di China yang dirancang untuk menyiksa sekaligus membuktikan ketangguhan teknologi Build Your Dreams (BYD).

"Kami merancang tempat ini agar pengunjung dapat melihat, memahami, dan merasakan langsung bagaimana teknologi bekerja dalam berbagai skenario, mulai dari kondisi ekstrem hingga penggunaan sehari-hari," ujar Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia, saat menyambut kami di tempat tersebut.

eagle zhou sjdf
Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia, saat menyambut kami di tempat tersebut.

Mencoba berbagai lintasan

Hari itu, kami tidak sekadar mendengar pemaparan pihak BYD, melainkan juga berkesempatan menguji adrenalin di sirkuit.

Sirkuit All-Terrain BYD Zhengzhou ini dirancang agar teknologi NEV bisa dieksplorasi oleh semua kalangan. 

Fasilitas menghadirkan beberapa zona pengalaman yang merepresentasikan beragam kondisi berkendara mulai dari tantangan ekstrim hingga kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Di dalamnya terdapat beberapa zona yang bisa dipilih seperti Low-Friction Ring, Intelligent parking, Kick-Plate, Wading Pool, Dynamic Paddock, Race Track, Off-Road Park, Indoor Sand Dune hingga simulasi Megawatt Flash Charging.

Petualangan dimulai di zona Low-Friction Ring. Bayangkan sebuah lingkaran raksasa yang tersusun dari 30.000 balok batu basalt yang sangat halus, lalu digenangi air. 

Permukaannya lebih licin daripada lantai marmer yang baru dipel. Di sini, saya merasakan bagaimana sistem kontrol bodi cerdas BYD bekerja.

Saat mobil dipacu melingkar, kendaraan seharusnya terpelanting keluar jalur. Namun, dalam hitungan milidetik, sistem elektronik mengoreksi tenaga di setiap roda. 

Hasilnya? Mobil justru melakukan drifting yang stabil dan terkendali. Rasanya seperti sedang berdansa di atas es, namun dengan kendali penuh di tangan.

Menantang Gravitasi di Kemiringan 42 Derajat

Adrenalin terpacu saat kami memasuki Off-Road Park. Di depan mata, terpampang tanjakan curam dengan kemiringan 42 derajat. Dari dalam kabin, yang terlihat di kaca depan hanyalah langit biru—seolah-olah kami akan terbang.

Saya berkesempatan mencoba kendaraan Denza B5 menaklukkan lintasan offroad. 

Salah satunya adalah lintasan dengan kemiringan hingga 42 derajat. Beberapa skenario ekstrem ditampilkan dalam bentuk demonstrasi untuk menampilkan kapabilitas teknologi.

Menariknya, alih-alih meraung kesulitan, sistem penggerak semua roda (AWD) berbasis kontrol elektronik BYD membagi torsi dengan begitu tenang. 

Perlahan namun pasti, mobil merayap naik menaklukkan gravitasi tanpa ada gejala slip sedikit pun. Ini sekaligus memperlihatkan kendaraan listrik (NEV) bukan hanya untuk jalanan kota yang mulus, tapi juga tangguh di medan berbatu dan tanjakan ekstrem.

Fast Track

Setelah menaklukkan lintasan offroad, saya dan rombongan merasakan secara langsung performance dari kendaraan NEV melalui zona Race Track yang menghadirkan lintasan berkecepatan tinggi.

Tribunnews.com berkesempatan menjajal performa BYD Yangwang U9.
Tribunnews.com berkesempatan menjajal performa BYD Yangwang U9. (Tribunnews.com/Malvyandie Haryadi)

Lintas ini memungkinkan kami untuk mengeksplorasi akselerasi, handling, dan performa keseluruhan kendaraan dalam kondisi yang lebih agresif. 

Pengalaman ini memberikan perspektif menyeluruh mengenai kestabilan dan karakter kendaraan pada batas performanya. 

Lintasan balap sepanjang 1.758 meter dengan sembilan tikungan serta lintasan lurus sepanjang 550 meter memungkinkan pengunjung merasakan langsung akselerasi dan presisi kemudi kendaraan dalam skenario performa tinggi. 

Pada area ini, pengalaman berkendara difokuskan pada uji akselerasi dan stabilitas kendaraan di berbagai tingkat kecepatan.

Saya berkesempatan menjajal performa BYD Yangwang U9. Performanya luar biasa. Dalam waktu 7 detik setelah gas ditekan, kecepatan mobil langsung di angka 160 km/jam.

Beberapa rekan wartawan lain bahkan mengaku bisa mencapai angka 180 km ketika melintasi track lurus.

Parkir "Kepiting"

Selanjutnya kami diperlihatkan simulasi pengujian e3 Platform pada Denza Z9GT, di mana teknologi ini menggunakan sistem penggerak independen tiga motor. 

Teknologi ini memungkinkan setiap roda menerima distribusi tenaga dan torsi secara presisi dan mandiri.

Dengan e3 Platform, mobil dimungkinkan untuk dapat melakukan Compass Turn yang memampukan roda belakang berputar secara mandiri dan roda belakang tetap pada tempatnya, hingga Crab Walk alias berjalan bak kepiting.

Dengan kata lain,mobil dapat bermanuver secara diagonal yang memudahkan kendaraan berpindah jalur atau menghindari rintangan di ruang sempit. 

Di waktu bersamaan, teknologi Intelligent Parking yang didemonstrasikan bukan lagi sekadar membantu pengemudi, melainkan mengambil alih peran secara penuh dengan tingkat presisi yang luar biasa dalam melakukan parkir. 

Melalui model unggulan seperti DENZA N9, mencoba fitur parkir otonom yang sangat intuitif. Pengguna cukup berhenti di depan slot parkir yang sempit, lalu keluar dari kendaraan dan membiarkan sistem bekerja melakukan parkir secara otomatis. 

Bukit Pasir

Sebagai puncak acara, saya dan teman-teman wartawan disajikan pengalaman menarik lainnya pada zona Indoor Sand Dune yang mensimulasikan medan berpasir dan tidak stabil.

Di sini, kami akan menyaksikan secara langsung kemampuan kendaraan listrik dalam menjaga traksi dan distribusi tenaga pada permukaan dengan tingkat cengkeraman rendah. 

Dengan perbedaan ketinggian vertikal mencapai 29,6 meter dan sudut kemiringan hingga 28 derajat, lintasan ini menghadirkan sensasi menaklukkan bukit pasir dalam ruang tertutup. 

Dibangun dari 6.200 ton pasir dengan karakteristik menyerupai Gurun Alxa, zona ini diakui oleh Guinness World Records sebagai tanjakan pasir buatan tertinggi dan terbesar untuk pengujian kendaraan. 

BYD Yangwang U8, mobil yang digunakan untuk melibas bukit pasir tersebut ternyata mampu menanjak hingga puncak.

Pemimpin Global EV

BYD sendiri saat ini telah mengungguli Tesla dan menjadi produsen kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia berdasarkan penjualan untuk tahun 2025, dengan sekitar 2,26 juta unit terjual — lebih tinggi dari Tesla yang mencatat penurunan penjualan.

BYD juga sedang membangun pabrik di Subang, Jawa Barat, yang direncanakan rampung kuartal pertama 2026 untuk memperkuat posisi jangka panjangnya di Indonesia. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.