Malam-malam, Menteri Brian Dipanggil Prabowo ke Istana, Mobnas Dibahas
January 16, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kamis malam (15/1/2026), Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta.

Brian tiba di Istana sekitar pukul 20.25 WIB dengan pengawalan motor patroli (Patwal) BMW, dan keluar sekitar pukul 21.10 WIB.

Usai pertemuan, Brian menjelaskan bahwa Presiden membahas percepatan pengembangan industri strategis, khususnya industri mineral kritis.

“Intinya, tadi kita berbicara sedikit tentang industri strategis yang ada di Indonesia,” kata Brian usai pertemuan.

Menurut Brian, Presiden meminta agar teknologi pengolahan mineral kritis segera dikuasai.

Salah satunya adalah rare earth (logam tanah jarang) yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.

Selain itu, Presiden juga menyinggung rencana pengembangan industri mobil nasional (Mobnas). Rare earth disebut memiliki aplikasi penting dalam industri tersebut.

Indonesia sebelumnya pernah meluncurkan mobil nasional pertama Timor S515 pada era Presiden Soeharto tahun 1996, lalu sempat muncul harapan dengan proyek Esemka di era Presiden Joko Widodo (jokowi) pada 2012.

Dan terkini kembali digaungkan melalui proyek SUV listrik I2C yang dipamerkan di GIIAS 2025 sebagai simbol kebangkitan Mobnas modern.

Baca juga: RUU Perampasan Aset: Aset Tersangka-Terdakwa Bisa Dirampas Tanpa Putusan Pengadilan, Minimal Rp1 M

Untuk itu, Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa diminta menjajaki kerja sama teknologi dengan pihak luar negeri terkait hilirisasi rare earth.

“Hilirisasi rare earth harus segera diwujudkan melalui kerja sama teknologi. Jika kita belum sepenuhnya menguasai, riset mendalam tetap harus dipercepat agar Indonesia memiliki industri logam tanah jarang yang kuat,” kata Brian.

Jejak Mobnas Indonesia

Mobil nasional (Mobnas) di Indonesia memiliki perjalanan panjang sejak 1990-an. 

Berbagai proyek telah digagas, mulai dari Timor hingga konsep SUV listrik I2C yang muncul belakangan.

Sejarah ini menunjukkan ambisi Indonesia untuk memiliki industri otomotif mandiri, meski menghadapi tantangan regulasi, teknologi, dan pasar. Berikut jejak sejarah Mobnas Indonesia:

  • 1996 – Timor S515 (Era Presiden Soeharto)

Proyek mobil nasional pertama berbasis Kia Sephia. Populer di awal, namun berhenti karena masalah regulasi perdagangan internasional dan tekanan dari WTO.

  • 1996–1998 – Maleo (Era Presiden BJ Habibie)

Konsep mobil nasional berbasis riset dalam negeri. Digagas BJ Habibie, tetapi tidak sempat diproduksi massal karena keterbatasan pendanaan dan teknologi.

  • 2007 – Esemka (Era Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat Wali Kota Solo)
Presiden Joko Widodo menjajal mobil pick up Esemka Bima 1200cc di Boyolali, Jateng, Jumat (6/9/2019). Hari ini Jokowi bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) yang akan memproduksi mobil merk Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. TRIBUNNEWS/HO/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo menjajal mobil pick up Esemka Bima 1200cc di Boyolali, Jateng, Jumat (6/9/2019). Hari ini Jokowi bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) yang akan memproduksi mobil merk Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. TRIBUNNEWS/HO/AGUS SUPARTO (TRIBUN/HO/AGUS SUPARTO)

Mobil karya anak bangsa yang sempat disebut calon mobil nasional. 

Mendapat sorotan publik ketika Jokowi menggunakan Esemka sebagai kendaraan dinas, namun lebih banyak berperan sebagai proyek pendidikan dan belum berkembang menjadi industri besar.

  • 2025 – SUV Listrik I2C (Era Presiden Prabowo Subianto)

Pertemuan malam di Istana menegaskan bahwa kemandirian teknologi dan industri nasional bukan sekadar wacana, melainkan arah strategis yang harus segera diwujudkan demi masa depan Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.