5 Kapal Induk Terkuat yang Berlayar di Lautan Tahun 2026
January 16, 2026 02:15 AM


TRIBUNNEWS.COM – Kapal induk masih menjadi simbol utama kekuatan militer laut dunia pada 2026.

Kapal induk berfungsi sebagai pangkalan udara terapung yang mampu memproyeksikan kekuatan dengan membawa puluhan pesawat tempur, helikopter, serta sistem persenjataan dan pertahanan canggih.

Sejumlah negara terus mengoperasikan kapal induk paling modern di lautan.

Dilansir Slash Gear, berikut lima kapal induk terkuat yang berlayar di lautan pada tahun 2026.

1. Kelas Nimitz (Angkatan Laut AS)

KAPAL KELAS NIMITZ – Tangkap layar yang diambil dari laman resmi US Navy (11/4/2025), memperlihatkan Kapal induk USS Carl Vinson yang semula berada di lautan Asia-Pasifik kini telah bergeser ke wilayah Timur Tengah untuk mendampingi kapal induk USS Harry S. Truman, dalam menjalankan kampanye AS melawan Houthi.
KAPAL KELAS NIMITZ – Tangkap layar yang diambil dari laman resmi US Navy (11/4/2025), memperlihatkan Kapal induk USS Carl Vinson yang semula berada di lautan Asia-Pasifik kini telah bergeser ke wilayah Timur Tengah untuk mendampingi kapal induk USS Harry S. Truman, dalam menjalankan kampanye AS melawan Houthi. (Tangkap layar yang diambil dari laman resmi US Navy)

Dominasi Angkatan Laut Amerika Serikat terlihat jelas melalui kapal induk kelas Nimitz.

Kapal-kapal kelas ini sebenarnya sudah tergolong tua karena telah beroperasi lebih dari 50 tahun dan kini mulai memasuki masa pensiun.

Meski demikian, daya hancur dan kemampuan yang dimilikinya masih sangat menentukan dalam peta kekuatan militer dunia.

Kapal induk kelas Nimitz ditenagai dua reaktor nuklir yang memberinya jangkauan operasi nyaris tak terbatas.

Kapal ini mampu menghasilkan tenaga hingga sekitar 260.000 tenaga kuda dan melaju dengan kecepatan lebih dari 30 knot.

Angka tersebut terbilang mengesankan mengingat bobotnya mencapai sekitar 100.000 ton.

Dari sisi persenjataan, Nimitz dapat membawa hingga sekitar 130 pesawat tempur F/A-18 Super Hornet jika diperlukan, ditambah berbagai sistem rudal dan senjata mesin.

Baca juga: Jepang Siapkan Rudal Modular Jika Perang Pecah, Incar Rombongan Kapal Induk China di Selat Miyako

Satu-satunya kapal induk yang lebih kuat dari kelas Nimitz adalah penggantinya sendiri, yakni kapal induk kelas Gerald R. Ford milik Angkatan Laut AS.

USS Nimitz merupakan kapal induk tertua Amerika Serikat yang masih aktif dan dijadwalkan segera pensiun.

Namun, kapal ini bersama kapal-kapal lain dalam kelas yang sama tetap menjadi simbol kekuatan laut yang belum tertandingi dalam sejarah global.

Beberapa kapal Nimitz generasi akhir bahkan masih akan terus berlayar dan menjaga kepentingan Amerika Serikat dalam waktu yang lama.

2. Fujian (China)

China memiliki kapal induk baru bernama Fujian, yang kerap dijuluki “tak bisa ditenggelamkan”.

Kapal ini menjadi simbol ambisi dan kemajuan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Meski masih menggunakan turbin uap dan belum ditenagai reaktor nuklir, Fujian memiliki tenaga sekitar 280.000 tenaga kuda dan termasuk salah satu kapal induk terbesar yang saat ini beroperasi di lautan.

Kapal ini juga disebut-sebut menjadi batu loncatan menuju pengembangan kapal induk bertenaga nuklir China di masa depan.

Baca juga: Modernisasi Angkatan Laut China 2026, Tantang Dominasi AS di Pasifik

Karena Fujian tergolong kapal baru dan informasi militer China sangat tertutup, sulit memastikan posisi kapal ini dalam peringkat kekuatan kapal induk dunia.

Fujian diperkirakan mampu membawa sekitar 60 pesawat, termasuk jet tempur generasi kelima terbaru milik China.

Selain itu, kapal ini dilengkapi sistem peluncuran elektromagnetik berteknologi tinggi yang memungkinkan pesawat lepas landas dengan lebih cepat dan efisien.

Fujian juga menjadi sorotan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, yang diyakini akan terus memantau kinerja kapal ini untuk melihat sejauh mana kemampuannya di dunia nyata.

3. Kelas Queen Elizabeth (Angkatan Laut Kerajaan Inggris)

Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) saat ini memang tidak lagi sebesar dan sekuat armada global yang pernah dimilikinya di masa lalu.

Namun, kapal induk kelas Queen Elizabeth tetap merupakan kapal yang sangat mengesankan.

Saat ini, hanya ada dua kapal dalam kelas ini, yakni HMS Queen Elizabeth dan kapal induk terbaru Inggris, HMS Prince of Wales.

Berbeda dengan kapal induk besar milik Angkatan Laut Amerika Serikat, kapal induk kelas Queen Elizabeth menggunakan tenaga konvensional.

Kapal ini digerakkan oleh dua mesin turbin gas yang menghasilkan total tenaga sekitar 100.000 tenaga kuda.

Kecepatan maksimumnya mencapai sekitar 25 knot, dengan jangkauan pelayaran lebih dari 10.000 mil laut.

Selain itu, kapal ini tidak mengoperasikan pesawat sayap tetap konvensional, melainkan dirancang khusus untuk membawa pesawat STOVL (lepas landas pendek dan mendarat vertikal) serta berbagai jenis helikopter.

Kapal induk kelas Queen Elizabeth mampu membawa hingga 36 unit pesawat tempur F-35B Lightning II, yakni varian jet tempur yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal.

Meski ukuran dan kekuatan Royal Navy saat ini lebih kecil dibanding masa kejayaannya, HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales tetap menjadi dua kapal terbesar dan paling canggih secara teknologi yang pernah dioperasikan Inggris.

4. Kelas America (Angkatan Laut AS)

Kapal kelas America dirancang untuk misi yang berbeda dibanding kapal induk konvensional.

Namun, dari sisi kemampuan, kapal-kapal ini tetap termasuk di antara kapal peluncur pesawat paling kuat di dunia.

Kelas America merupakan kapal serbu amfibi terbaru Angkatan Laut AS, yang dikembangkan dengan penekanan lebih besar pada kemampuan penerbangan dibandingkan pendahulunya.

Kapal kelas America ditenagai dua mesin turbin gas yang menghasilkan sekitar 70.000 tenaga kuda dan mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 20 knot.

Persenjataan udaranya mencakup berbagai helikopter serang dan angkut, pesawat tiltrotor MV-22 Osprey, serta jet tempur F-35B Lightning II.

Seluruh aset tersebut dapat dioperasikan sambil tetap membawa dan meluncurkan kapal pendarat serta hovercraft untuk operasi amfibi.

Meski tidak bisa disebut sebagai kapal induk “murni”, fleksibilitas kapal-kapal ini sulit ditandingi.

Baik dalam pertempuran di laut, udara, maupun darat, perannya sangat luas.

Sederhananya, kapal-kapal serbu amfibi Amerika ini akan menjadi kapal induk terbesar dan terkuat jika dibandingkan dengan armada laut sebagian besar negara di dunia, baik saat ini maupun sepanjang sejarah.

5. Kelas Gerald R. Ford (Angkatan Laut AS)

Setelah kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz mendominasi lautan pada akhir abad ke-20 hingga awal abad ke-21, kelas Ford hadir sebagai evolusi berikutnya dalam kemampuan kapal induk.

Meski belum ada angka resmi mengenai total daya yang dihasilkan, reaktor A1B generasi baru yang digunakan kapal kelas Ford disebut jauh lebih kuat dibanding reaktor pada kapal kelas Nimitz, yang memiliki daya sekitar 260.000 tenaga kuda.

Reaktor baru ini juga dapat dioperasikan dengan jumlah awak yang lebih sedikit.

Kelas Ford membawa lompatan besar dalam pengoperasian pesawat.

Kapal ini memiliki dek penerbangan yang lebih luas serta sistem peluncuran pesawat elektromagnetik modern yang menggantikan ketapel uap pada kapal induk lama.

Teknologi elektromagnetik serupa juga digunakan pada sistem penahan pesawat saat mendarat di dek.

Untuk kekuatan udaranya, satu kapal kelas Ford dapat membawa hingga sekitar 90 pesawat sayap tetap dan helikopter.

Hingga kini, proses pembangunannya sempat mengalami keterlambatan, dengan baru USS Gerald R. Ford yang telah selesai.

Namun, seiring Angkatan Laut AS secara bertahap menggantikan kapal kelas Nimitz dengan kapal induk yang lebih besar dan canggih ini, kelas Gerald R. Ford direncanakan menjadi tulang punggung kekuatan laut Amerika Serikat hingga tahun 2105.

Mengenal Istilah "Kelas" dalam Perkapalan

Istilah “kelas” pada kapal mengacu pada sekelompok kapal yang memiliki desain, ukuran, dan kemampuan yang serupa.

Kapal dalam kelas yang sama biasanya dibangun untuk tujuan yang sejenis, seperti pengangkutan kargo, operasi militer, atau perjalanan penumpang, serta mematuhi standar kinerja tertentu seperti kecepatan, tonase, atau kapasitas.

Setiap kelas kapal dapat memiliki subkategori berdasarkan fungsi, ukuran, kesesuaian geografis, dan faktor lainnya.

Kelas kapal biasanya dinamai dari kapal pertama dalam kelas tersebut.

Sebagai contoh, kapal kelas Nimitz berarti seluruh kapal induk yang mengikuti desain pertama, yakni USS Nimitz (CVN-68).

Kapal induk kelas Nimitz sendiri terdiri dari 10 unit, dengan USS Nimitz sebagai kapal pemimpinnya.

Negara-Negara yang Memiliki Kapal Induk Aktif

Menurut worldpopulationreview.com, terdapat 14 negara yang memiliki total 51 kapal induk.

Namun, dari jumlah tersebut, hanya 22 kapal induk yang saat ini aktif dan dimiliki oleh tujuh negara, berikut rinciannya:

1. Amerika Serikat

Jumlah kapal induk aktif: 11

Sebanyak 10 kapal induk berasal dari kelas Nimitz dan satu dari kelas Gerald R. Ford, mengutip nationalinterest.org.

2. China

Jumlah kapal induk aktif: 3

China mengoperasikan tiga kapal induk aktif, yakni Liaoning, Shandong, serta Fujian yang terbaru.

3. India

Jumlah kapal induk aktif: 2

Mengutip warsearcher.com, India saat ini mengoperasikan dua kapal induk, yakni INS Vikramaditya buatan Rusia dan INS Vikrant buatan dalam negeri.

Keduanya menggunakan landasan luncur (STOBAR) untuk meluncurkan pesawat seperti MiG-29K dan LCA Tejas.

India juga berencana membangun kapal induk ketiga yang lebih besar dan bertenaga nuklir, INS Vishal, yang akan dilengkapi ketapel (CATOBAR).

4. Inggris

Jumlah kapal induk aktif: 2

Inggris memiliki dua kapal induk dari kelas Queen Elizabeth, yakni HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales.

5. Italia

Jumlah kapal induk aktif: 2

Mengutip Forbes, Italia mengoperasikan dua kapal induk utama, yaitu ITS Cavour dan kapal yang lebih kecil, ITS Giuseppe Garibaldi.

Italia juga memiliki kapal serbu amfibi besar baru, ITS Trieste, yang berfungsi serupa sebagai kapal induk untuk jet F-35B, sehingga memperkuat kemampuan udara maritimnya.

6. Prancis

Jumlah kapal induk aktif: 1

Prancis mengoperasikan satu kapal induk bertenaga nuklir, Charles de Gaulle (R91), yang merupakan kapal utama Angkatan Laut Prancis dan satu-satunya kapal induk nuklir non-AS.

Prancis juga tengah mengembangkan kapal induk nuklir baru yang lebih besar, PANG (Porte-Avions de Nouvelle Génération), yang diperkirakan mulai beroperasi sekitar 2038.

7. Rusia

Jumlah kapal induk aktif: 1

Rusia hanya memiliki satu kapal induk, Admiral Kuznetsov.

Namun, pada akhir 2025 kapal ini dilaporkan akan dinonaktifkan akibat kerusakan parah, insiden kebakaran, serta biaya perbaikan yang sangat mahal.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.