TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah tertahan beberapa jam, satu persatu kereta api (KA) yang tertahan di stasiun, baik tujuan Jakarta maupun Semarang, mulai diberangkatkan.
Berdasarkan informasi yang diterima Tribunjateng.com, KA dari arah Jakarta yang tertahan secara bergantian melaju melintasi jalur Kaliwungu Kendal yang tergenang air.
Seperti KA Kertajaya yang sebelumnya berhenti mendadak di Stasiun Kalibodri telah diberangkatkan pada Jumat (16/1/2026) sekira 00.30 menuju tujuan akhir di Stasiun Surabaya Pasar Turi.
Sebelumnya KA Kertajaya tertahan di Stasiun Kalibodri selama sekira tiga jam.
Baca juga: UPDATE, 14 KA Masih Tertahan Pasca Banjir Kaliwungu Kendal, Petugas Fokus Normalisasi Jalur
• Inilah Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026: Ujian Pertama John Herdman
• BKD Wonosobo Pilih Patuh Aturan Pusat, Tegaskan Tak Lagi Rekrut Tenaga Honorer
Kemudian KA Kaligung Fakultatif 221F tujuan Tegal. KA tersebut tertahan di Stasiun Kaliwungu imbas Tanggul Kali Waridin jebol, sehingga jalur petak Kaliwungu-Kalibodri Kendal tidak bisa dilalui.
Para penumpang KA Kaligung tertahan selama sekira dua jam di stasiun. Jalur KA yang hendak dilintasi tergenang air dengan ketinggian sekira 70 sentimeter.
Informasi update dari PT KAI, jalur KA yang sebelumnya terkendala di KM 20+7/8 jalur hulu antara Kalibodri-Kaliwungu Kendal sudah dapat dilalui, namun dengan pembatasan kecepatan.
Dari data yang diterima Tribunjateng.com pukul 23.00, sedikitnya 14 perjalanan KA dari dua arah masih tertahan dan mengalami keterlambatan hingga lebih dari dua jam.
Pantauan operasional KAI menunjukkan, gangguan paling parah terjadi pada kereta arah hulu atau menuju Jakarta.
Tercatat sembilan kereta belum dapat melanjutkan perjalanan dan tertahan di sejumlah stasiun.
Keterlambatan terpanjang dialami KA 254B Kertajaya yang tertahan di Stasiun Kalibodri dengan keterlambatan mencapai 132 menit, disusul KA 186 Blambangan Ekspress yang berhenti di Stasiun Weleri dengan keterlambatan 123 menit.
Sementara itu KA Argo Sindoro (KA 18) juga tertahan di Stasiun Kalibodri dengan keterlambatan 90 menit.
Kereta lainnya seperti KA 2522 Kalimas Kargo di Plabuan terlambat 86 menit, KA 221F Kaligung di Kaliwungu terlambat 105 menit.
Beberapa kereta lain seperti KA 2524 (Cargo) tertahan di Ujungnegoro, KA 246 Majapahit di Pekalongan dengan keterlambatan 48 menit, dan KA 172 Ciremai Ekspress di Pemalang dengan keterlambatan 61 menit.
Gangguan juga berdampak pada kereta arah hilir atau menuju Semarang dan Jawa Timur.
KA 2535A Kalingga Cargo yang berada di Stasiun Semarang Tawang tercatat mengalami keterlambatan paling besar di jalur ini, yakni 115 menit.
KA 95 Harina di Stasiun Semarang Poncol juga terlambat 85 menit.
Sementara kereta lainnya di wilayah Tegal KA 31 Padalungan terlambat 8 menit, KA 37 Brawijaya di stasiun Ambarawa keterlambatan 14 menit, dan Sedadi KA 41 Sembrani mengalami keterlambatan 6 menit.
Terhentinya perjalanan ini disebabkan oleh luapan air yang telah mencapai kepala rel di jembatan Kaliwungu–Kalibodri, sehingga jalur tidak aman untuk dilalui kereta api.
PT KAI Daop IV Semarang masih melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi air dan kesiapan jalur sebelum kembali dibuka.
Akibat kondisi tersebut, perjalanan kereta api di lintas Semarang–Jakarta dan sebaliknya masih berpotensi mengalami keterlambatan hingga situasi dinyatakan aman.
Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Luqman Arif mengatakan, penumpang KA yang terdampak telah diberikan service recovery (SR) sesuai ketentuan yang berlaku.
”Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan ini. Saat ini sedang dilakukan penanganan normalisasi jalur secepat mungkin,” ujarnya.
Baca juga: Jalur Kaliwungu Kendal Masih Terendam Banjir, KA Kertajaya Tertahan 2 Jam di Stasiun Kalibodri
• Kisah Duka Warga Pati, Antar Jenazah ke Pemakaman Terobos Banjir Gunakan Perahu
• Alasan Ayah Jenazah Syafiq Ali Dibawa ke RSUD, Tidak Langsung ke Magelang: Tentukan Hari Kematian
Hingga saat ini, para petugas masih melakukan upaya normalisasi jalur hulu dan hilir di lokasi tersebut agar segera dapat dilalui kembali.
Pasca luapan air, pada jalur tersebut terdapat gogosan sehingga menyebabkan jalur belum dapat dilalui kereta api.
Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Luqman Arif menyampaikan, dalam kondisi tersebut pihaknya tetap berkomitmen menjaga pelayanan kepada pelanggan.
Penumpang KA yang terdampak telah diberikan Service Recovery (SR) sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan ini."
"Kami sedang terus berupaya melakukan penanganan dan normalisasi jalur secepat mungkin dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan,” tambah Luqman.
Berikut update pantauan KA pukul 23.00:
KA Hulu
KA Kertajaya posisi Stasiun Kalibodri - lambat 132 menit
KA Joglosemarkerto posisi Stasiun Weleri - lambat 123 menit
KA Argo Sindoro posisi Stasiun Kalibodri - lambat 90 menit
KA Angkutan Barang posisi Stasiun Plabuan - lambat 86 menit
KA Kaligung posisi Stasiun Weleri - lambat 52 menit
KA Kaligung posisi Stasiun Kaliwungu - lambat 105 menit
KA Angkutan Barang posisi Stasiun Ujungnegoro - lambat 61 menit
KA Majapahit posisi Stasiun Pekalongan - lambat 57 menit
KA Ceremai Ekspres posisi Stasiun Pemalang - lambat 48 menit
KA Hilir
KA Harina posisi Stasiun Semarang Poncol - lambat 85 menit
KA Kalingga Cargo posisi Stasiun Semarang Tawang - lambat 115 menit
KA Pandalungan posisi Stasiun Tegowanu - lambat 8 menit
KA Brawijaya posisi Stasiun Alastua - lambat 14 menit
KA Sembrani posisi Stasiun Sedadi - lambat 6 menit
PT KAI Daop IV Semarang juga terus memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan penanganan di lokasi dan mengimbau kepada pelanggan untuk tetap mengikuti informasi resmi dari KAI.
Luapan air telah mencapai batas kepala rel di jalur hulu dan hilir, sehingga kedua jalur tersebut untuk sementara tidak dapat dilalui.
“Untuk keselamatan perjalanan, kami terpaksa menutup sementara jalur di lokasi tersebut. Dampaknya, sejumlah kereta api harus tertahan di stasiun terdekat,” kata Luqman. (*/Rezanda Akbar)