TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pendaki asal Magelang, Jawa Tengah, Syafiq Ali akhirnya ditemukan setelah 17 hari pencarian intensif.
Korban ditemukan pada Rabu (14/1/2026) pukul 10.22 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Lokasi penemuan berada di lereng puncak sisi selatan Gunung Slamet.
Titik tersebut tepatnya terletak di antara jalur Gunung Malang dan kawasan Baturraden.
Sebelum dinyatakan hilang, Syafiq Ali diketahui mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran.
Pendakian itu dilakukan pada Sabtu (27/12/2025) malam.
Keduanya merupakan siswa SMAN 5 Kota Magelang yang memiliki minat mendaki gunung.
Mereka memulai pendakian melalui jalur Dipajaya yang berada di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Dalam perjalanan tersebut, Himawan berhasil ditemukan lebih dulu oleh relawan.
Ia dievakuasi dan dibawa ke Basecamp Dipajaya pada Selasa (30/12/2025) pagi.
Sementara itu, keberadaan Syafiq Ali sempat menjadi misteri selama lebih dari dua pekan.
Pencarian yang dilakukan sempat dihentikan sebelum akhirnya kembali membuahkan hasil.
Syafiq Ali ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Rabu (14/1/2026).
Baca juga: Sosok Syafiq Ridhan Pendaki yang Hilang di Gunung Slamet, Sempat Tinggalkan Rekan untuk Cari Bantuan
Perhatian publik juga tertuju pada papan bertuliskan pesan unik yang sempat dibawa Syafiq Ali saat mendaki.
Saat pendakian, Syafiq diketahui membawa papan bertuliskan pesan untuk mantannya.
Papan tersebut digunakan Syafiq Ali untuk berfoto di puncak Gunung Slamet.
Tulisan di papan itu berbunyi, ‘HI MANTAN, DAPAT SALAM DARI GUNUNG SLAMET 3428 MDPL’.
Papan tersebut kemudian ditemukan berada di dalam jaket Himawan yang sempat ikut hilang.
Saat ini, papan bertuliskan pesan itu disimpan di Basecamp Dipajaya.
“Kami temukan papan tulisan itu saat menemukan survivor pertama. Dalam jaket,” ujar Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, Jumat (2/1/2026).
Ia juga menjelaskan kondisi Himawan saat ditemukan.
“Kondisi tubuhnya (Himawan--Red) lemas dan langsung kami evakuasi ke Basecamp Dipajaya,” sambung Sutrisno.
Himawan sendiri membenarkan bahwa papan tersebut memang sengaja dibawa hingga ke puncak.
“Iya, milik dia (Syafiq Ali). Pesan dulu di online baru saya yang bawa, saya masukin ke jaket. Di atas berfoto dengan itu. Ya, katanya untuk ramai-ramai saja,” kata Himawan.
Ia menambahkan bahwa Syafiq memang sempat menjalin hubungan asmara yang kerap putus nyambung.
Baca juga: Foto-foto Evakuasi Jenazah Syafiq Ali, Dibungkus Kain Hijau & Diikat Bambu, Lokasi Penemuan Curam
Sebelum berpisah dengan Syafiq Ali, kedua pendaki muda asal Magelang itu masih bersama.
Di Pos 5, kaki Himawan mengalami kram.
Lalu Syafiq Ali memutuskan turun lebih dulu.
Ia ingin mencari bantuan terhadap rekannya itu.
Syafiq Ali meminta Himawan untuk menunggu di tempat.
Nahas, sejak itu kontak terputus, hingga Himawan ditemukan.
Sementara itu, ayah Himawan, yakni Imam Bukhori, mengaku kaget saat mendapatkan kabar anaknya dengan Syafiq dinyatakan hilang di Gunung Slamet.
“Saya pertama kali dapat kabar dari teman. Saya kaget. La pamitnya itu naik Gunung Sumbing,” ungkap Imam di Basecamp Dipajaya.
Dia pun mengizinkan anaknya yang pamit ke Gunung Sumbing karena di sekitar situ banyak saudaranya.
Kalau Gunung Sumbing, diakuinya, Himawan sudah beberapa kali naik, dianggap hafal medan.
Saat syafiq Ali mencari bantuan, Himawan sempat menunggu.
Akan tetapi Syafiq ditunggu hingga malam hari tak kunjung kembali.
Himawan lantas memutuskan kembali naik ke Pos 9 Gunung Slamet. Pos ini memiliki ketinggian sekitar 3.183 Mdpl.
Dari Pos 9 ini, pendaki hanya berjarak sekitar 300-600 meter menuju puncak.
Himawan bertahan di pos itu sampai Selasa (30/12) pagi sampai ditemukan oleh relawan di basecamp Dipajaya.
Pencarian kepada Syafiq terus dilakukan. Hingga kemudian ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Tim Wanadri dan relawan lah yang menemukan Syafiq Ali di lereng puncak sisi selatan, di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden tepatnya di Lokasi di Jalur Punggungan Gunung Malang dekat area Watu Langgar.
Relawan menemukan jejak longsoran, prosotan dan patahan-patahan di sekitar lokasi.
Tim yang menemukan merupakan tim esar tahap 2 setelah tim tahap pertama ditutup.
Penemuan jenazah Syafiq Ali ditemukan pada hari ke-17 pencarian.Jalur Pendakian via Gunung Malang.
Jalur via Gunung Malang bisa jadi pilihan tepat karena medannya relatif mudah denga lokasi Basecamp berada di Clekatakan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
(Tribunnewsmaker.com/ Tribunnews)