Alasan Nikita Willy Tak Segan Depak Lawan Main yang Attitude-nya Jelek: Sangat-sangat Pro Kru Banget
January 16, 2026 08:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Bagi seorang Nikita Willy, lokasi syuting bukan sekadar tempat bekerja, melainkan rumah kedua. 

Memulai karier sejak usia tujuh tahun melalui berbagai judul hit seperti Putri yang Ditukar hingga Safa dan Marwah, Nikita ternyata memiliki prinsip baja di balik layar, terutama menyangkut kesejahteraan orang-orang di balik kamera.

Kru adalah Keluarga, Bukan Sekadar Pekerja

Dikenal kalem, Nikita ternyata bisa bersikap sangat tegas jika menyangkut kenyamanan para kru. 

Baginya, mereka adalah bagian dari hidupnya yang harus dilindungi.

"Gue menganggap kalau kru sinetron tuh atau di lokasi, adalah keluarga gue," ungkap Nikita dalam tayangan Kakak Beradik Podcast.

Karena rasa hormat yang mendalam tersebut, Nikita mengaku hampir tidak pernah menggunakan pengaruhnya untuk mengganti kru hanya karena alasan pribadi atau rasa tidak suka. 

Hal ini terbilang unik, mengingat di industri hiburan, tuntutan untuk mengganti kru demi kenyamanan aktor utama sering kali dianggap lumrah.

"Kalau buat ganti-ganti kru, gue sebenarnya enggak pernah gitu," tambahnya.

Baca juga: Nikita Willy Disebut Sosok yang Sombong ke Aurelie Moeremans, Pernah Curhat Soal Artis Menyebalkan

Tegas Terhadap Lawan Main yang Toxic

Namun, jangan salah sangka. Nikita yang biasanya kooperatif bisa berubah menjadi sosok yang sangat protektif jika melihat ketidakadilan.

Ia mengakui dulu cukup selektif memilih lawan main bukan karena sombong, melainkan untuk menjaga atmosfer kerja tetap sehat.

Jika ada aktor atau aktris lain yang menunjukkan perangai buruk atau merendahkan kru, Nikita tidak akan tinggal diam. Ia tak segan melayangkan protes keras kepada manajemen atau sutradara.

"Cuma kalau mungkin kadang-kadang ada satu pemain yang memang ternyata attitude-nya (jelek)," kata ibu satu anak ini. 

"Tidak baik towards them (kru), aku bisa bilang 'I don't like this person' gitu, 'terlalu ini, terlalu itu,'" tegasnya.

Motivasi di balik sikap beraninya itu sangat sederhana: ia ingin lingkungan kerja yang memanusiakan manusia. 

"Karena gue orangnya sangat-sangat pro kru banget," jelas Nikita lebih lanjut.

Baca juga: Sosok Artis yang Tak Disukai Nikita Willy, Dikaitkan dengan Aurelie Moeremans, Ngadu ke Sutradara

Hukuman Instan di Skenario Sinetron

Mendengar prinsip kuat Nikita, Jordi Onsu yang memandu podcast tersebut lantas memberikan seloroh khas dunia sinetron. 

Ia menggambarkan bagaimana nasib pemain yang berperilaku buruk tersebut biasanya berakhir tragis di dalam naskah jika sudah berhadapan dengan prinsip sang "Ratu Sinetron".

"Terus kemudian, dua episode kemudian perannya meninggal," canda Jordi, yang langsung memancing tawa Nikita. 

"Tahu-tahu hilang, atau disiram air keras mukanya (jadi) berubah (pemeran)," lanjutnya disambut tawa pecah di studio.

Ketegasan Nikita Willy ini menjadi bukti bahwa kesuksesannya yang bertahan selama puluhan tahun dari dunia model hingga membintangi belasan judul sinetron legendaris tidak hanya dibangun di atas bakat akting, tetapi juga integritas dan rasa hormat yang tinggi terhadap rekan kerjanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.