BANJARMASINPOST.CO.ID - Saksi sidang bongkar isi pesan Ammar Zoni pada Kamelia, titipan plastik klip dibahas.
Sejumlah fakta sidang dalam peradilan perkara narkoba yang menjerat aktor Ammar Zoni menjadi sorotan.
Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026) kemarin, nama dokter Kamelia ikut disebut-sebut.
Adalah saksi Polisi, Bambang Heryanto yang mengungkap percakapan antara Ammar dan Kamelia.
Percakapan tersebut merupakan hasil pendalaman Polisi terhadap bukti-bukti digital forensik.
Hal yang jadi sorotan, dalam percakapan via aplikasi Whatsapp itu, Ammar terekam sempat meminta kepada Kamelia untuk dikirimkan plastik klip.
Percakapan tersebut diketahui terjadi saat Ammar masih menjadi warga binaan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.
"Pernah ada juga percakapan, Bu. Di sini saya lihat di handphone Ammar Zoni terkait dengan ada percakapan antara seseorang, di situ tercantum atas nama Amelia," kata Bambang Heryanto dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (16/1/2026).
"Terkait dengan permintaan plastik, plastik klip. Ada fotonya," lanjutnya.
Baca juga: Sadar Betul Risiko Pacari Ammar Zoni, Dokter Kamelia Beber Sisi Lain Duda Ibel: Hatinya Hello Kitty
Paparan tersebut langsung menjadi sorotan Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun Majelis Hakim.
Pasalnya, plastik klip kerap digunakan sebagai kemasan untuk membagi narkotika dalam ukuran kecil.
"Kamelia ini menjawab katanya, 'Selain plastik yang mau digojekin apa lagi?' Terus dijawab, 'Udah plastik aja', 'aku nggak mau dandan soalnya besok aku harus praktik, nggak jelas, mau diurus, tapi di PC gitu, kabarin aja kalau mau ambil plastik'," lanjut Bambang Heryanto membacakan isi chat tersebut.
Usai percakapan itu dibacakan di ruang sidang, Ammar Zoni langsung memberikan tanggapan.
Ia berusaha meluruskan konteks pembicaraan terkait rencana pengiriman barang yang dimaksud.
"Maksudnya kan ini tadi bilang plastiknya nggak jadi kirim, tapi kan chat-nya sini, 'Digojekin aja nanti ketemu sama Takim yang bawa, ngerti nggak?'. Terus si Kamelia ini jawab, 'Sini, selain plastik apa lagi yang mau dikirim?'. Berarti kan plastiknya terkirim dong?" kata Jaksa.
"Belum dikirim dong," timpal Ammar Zoni.
Usai namanya turut disebut dalam persidangan, Kamelia juga buka suara kepada awak media.
Kamelia menegaskan, dirinya hanya menerima titipan barang tanpa mengetahui fungsi maupun tujuan plastik tersebut.
“Masalah plastik aku tidak tahu apa-apa, cuma titip ya sudah plastik. Kalau masalah klip, aku enggak tahu, cuma titipan doang,” ujarnya.
Ia juga mengaku awam dengan dunia narkoba. Kuasa hukum Ammar, Jon Mathias, ikut terkejut karena percakapan soal plastik klip tidak tercantum dalam berkas perkara pemeriksaan (BAP).
Bukti itu baru muncul di persidangan setelah ditampilkan dari sebuah ponsel, bahkan Jaksa Penuntut Umum disebut tidak mengetahui sebelumnya.
Di sisi lain, Ammar yang kembali jadi pesakitan kasus narkoba dikabarkan sempat mengalami kecanduan berat hingga sempat merasakan gejala putus obat atau sakaw di balik jeruji besi.
Menjawab isu tersebut, dokter Kamelia, kekasih Ammar buka suara.
“Ya, sakaw. Sakawnya enggak yang seperti kayak di film-film ya,” ujar Kamelia usai menghadiri sidang kasus narkoba Ammar Zoni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (15/1/2026).
Dalam kasus terbarunya, Ammar Zoni didakwa atas dugaan peredaran narkotika di dalam Rutan Salemba.
Kamelia menjelaskan gejala yang muncul lebih kepada perubahan suhu tubuh dan emosi yang tidak stabil.
“Paling panas dingin, terus dia lebih marah-marah kalau enggak pake (obat) itu,” tambahnya.
Karena kondisi tubuh naik turun, Ammar terpaksa mengonsumsi obat penenang.
Kamelia menegaskan pemberian obat ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan sudah dikonsultasikan dengan psikiater secara online dan mendapat izin dari petugas lapas.
“Jadi makanya kenapa dikasih obat penenang, dan ingat ya, itu sudah konsul dengan dokter psikiater secara online. Saya juga pernah minta izin sama kepala KPR atau petugas narkobanya,” jelasnya usai sidang.
Titik Haryanti, kerabat Ammar, menegaskan ketergantungan sang aktor sudah sangat berat hingga memengaruhi fungsi saraf otak dan memicu stres berulang.
“Kasusnya Ammar ini kan terus berlanjut, berlanjut, berlanjut… Itu secara manusiawi pasti akan ada stres, ya kan? Ada kekecewaan,” ungkap Titik.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)