SRIPOKU.COM - GM Refinery Unit III PT Kilang Pertamina Internasional, Khabibullah Khanafie menekankan bahwa keberhasilan perusahaan dalam melewati tahun 2025 di tengah berbagai dinamika tidak terlepas dari kerja keras kolektif seluruh pekerja serta komitmen kuat terhadap keselamatan kerja.
Dengan menjadikan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai prioritas utama, pimpinan tertinggi Kilang Pertamina Plaju itu mengatakan tahun 2025 telah dilalui dengan menjaga keandalan operasi sekaligus memastikan aktivitas kilang berjalan secara aman dan berkelanjutan.
Hal itu ia sampaikan dalam Town Hall Meeting pada Kamis (15/01/2026), sembari menyampaikan rasa syukur atas kelancaran operasional sepanjang 2025 berkat kontribusi positif seluruh pekerja di semua level jabatan, mulai dari manajemen hingga frontline.
Khanafie juga menegaskan optimismenya dalam menghadapi tahun 2026, yang semakin menguat seiring dengan komitmen seluruh pemangku kepentingan internal, termasuk Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III, dalam menempatkan HSSE sebagai fondasi utama keberlangsungan bisnis.
“Untuk itu saya sampaikan penghargaan sebesar besarnya atas komitmen SPP RU III, yang sebetulnya apa yang disampaikan ketum adalah representasi bagi komitmen seluruh pekerja,” imbuh dia.
Menurutnya, keselamatan tidak boleh berhenti sebagai teori, melainkan harus diwujudkan melalui kepedulian dan saling mendukung antar pekerja, sehingga Kilang Pertamina Plaju dapat melangkah ke tahun 2026 dengan lebih optimistis dan berkelanjutan.
Dalam momen ini, Kilang Pertamina Plaju juga menegaskan komitmen AKHLAK (Amanah, Komitmen, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). Dalam hal ini, Agent of Change (AoC) RU III terus mendukung implementasinya melalui program Assessment Living Core Values (LCV) AKHLAK untuk mengukur dan memastikan implementasi nilai-nilai agar dapat diinternalisasi secara menyeluruh di lingkungan perusahaan.
HSSE Jadi Tanggung Jawab Bersama
Ketua Umum SPP RU III Herdiyan Darmawan menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan fokus utama bersama di lingkungan Pertamina. Mengingat, industri migas secara inheren menuntut standar keselamatan yang tinggi.
Oleh karena itu, Herdiyan mengatakan aspek safety tidak hanya menjadi tanggung jawab manajemen semata, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh pekerja di setiap lini.
“Maka bisnis Oil & Gas mengedepankan aspek safety, bukan hanya tanggung jawab manajemen, tapi menjadi tanggung jawab kita semua,” ujar Herdiyan.
Ia berharap seluruh pekerja bersama SPP RU III dapat menjadikan HSSE sebagai garda terdepan dalam setiap aktivitas kerja. “HSSE tidak dapat berjalan sendiri dalam mewujudkan jam kerja yang aman tanpa dukungan penuh dari pekerja di setiap fungsi. Budaya keselamatan hanya bisa terwujud jika kita semua peduli dan terlibat aktif,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, sebagai bentuk rasa syukurnya, Kilang Pertamina Plaju juga menyantuni sedekah kepada 63 yatim dan dhuafa dari Panti Asuhan Assanadiyah Kecamatan Seberang Ulu Dua Palembang yang dihimpun melalui platform SENYUM (Sedekahnya Pekerja RU III Untuk Masyarakat). Di saat yang sama, juga digelar live donation yang terhimpun sebesar Rp 7,7 Juta Rupiah.
Dengan menjadikan keselamatan sebagai fondasi utama, Kilang Pertamina Plaju optimistis menghadapi tahun 2026 sekaligus memastikan kontribusi terbaik bagi ketahanan energi nasional dan mendukung Asta Cita Presiden.