Crane Ambruk Timpa Kereta Penumpang Penumpang di Thailand, Tewaskan 34 Orang
January 16, 2026 11:01 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANGKOK - Puluhan orang tewas dalam kecelakaan kereta api di Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand timur laut pada Rabu (14/1/2026).

Sebuah crane yang digunakan untuk pembangunan jalur layang dalam proyek kereta cepat kerja sama Thailand dan China ambruk dan menimpa kereta api yang tengah melintas di bawahnya.

Sebanyak 32 orang tewas dalam tragedi ini.

 Berdasarkan laporan dari Al Jazeera, crane tersebut jatuh tepat ke atas kereta yang sedang melaju di bawahnya, menyebabkan kereta tergelincir dari rel dan sempat terbakar.

Menteri Transportasi Phiphat Ratchakitprakarn menyatakan bahwa saat kejadian terdapat 195 penumpang di dalam kereta.

Dia juga mengatakan telah memerintahkan penyelidikan penuh atas insiden tersebut.

 "195 penumpang berada di dalam kereta," kata Ratchakitprakarn dalam pernyataannya.

Sehari berselang, kecelakaan yang melibatkan crane kembali terulang.

Kali ini sebuah crane yang tengah digunakan untuk pembangunan jalan layang di Provinsi Samut Sakhon, pinggiran ibu kota Bangkok ambruk.

Dua orang tewas dalam kejadian itu.

Baca juga: Ketegangan Iran dan AS Meruncing, IRGC Siaga Penuh

Kepala kepolisian setempat, Kolonel Polisi Sitthiporn Kasi, mengatakan kepada Reuters bahwa kecelakaan tersebut menewaskan dua orang. 

Seorang pejabat kepolisian lain dari kantor yang sama menyebutkan bahwa sedikitnya lima orang lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

 Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan kepulan debu tebal serta puing-puing yang berserakan di area proyek setelah crane tersebut ambruk.

Lokasi kecelakaan berada di kawasan Jalan Tol Rama II, jalur yang selama ini menjadi lokasi sejumlah proyek infrastruktur besar, termasuk pembangunan jalan tol bertingkat.

Jalan Rama II juga dikenal sebagai salah satu ruas jalan paling berbahaya di Thailand akibat seringnya terjadi kecelakaan fatal, hingga mendapat julukan "Death Road".

Crane-crane yang ambruk itu menurut Menteri Transportasi Thailand Phiphat Ratchakitprakarn merupakan peralatan yang digunakan oleh perusahaan kontruksi yang sama.

Menurut media lokal, perusahaan itu adalah Italian-Thai Development, kontraktor yang mengerjakan salah satu bagian proyek kereta cepat yang didukung China. 

Perusahaan tersebut juga diketahui mengerjakan proyek pembangunan jalan layang di Samut Sakhon, lokasi kecelakaan crane pada Kamis.

 Jurnalis Al Jazeera, Tony Cheng, yang melaporkan dari Bangkok, mengatakan bahwa jalur kereta yang tertimpa crane merupakan rute yang sangat sibuk.

"Rute ini sangat sering digunakan," ujar Cheng, seraya menjelaskan bahwa jalur tersebut melayani wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi di Thailand timur laut.

Cheng menambahkan, proyek kereta cepat yang sedang dibangun di jalur tersebut telah berlangsung cukup lama.

"Rute ini telah menjadi lokasi proyek kereta cepat China, yang telah dibangun cukup lama sekarang, sekitar satu dekade," katanya.

Dia menjelaskan bahwa proyek tersebut dirancang untuk menghadirkan kereta berkecepatan tinggi yang berjalan di atas platform beton, tepat di atas jalur kereta yang sudah ada.

"Proyek ini seharusnya menghadirkan kereta cepat yang berjalan di atas jalur beton di atas rel yang ada," ujar Cheng.

Kecelakaan di Samut Sakhon dan Nakhon Ratchasima kembali menegaskan bahwa insiden industri dan kecelakaan di lokasi konstruksi masih menjadi persoalan serius di Thailand.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.