Jawab Seruan Paus Leo XIV, Ansor & Umat Katolik Probolinggo Bagi Sembako dengan Cara Unik saat Natal
January 16, 2026 12:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Bapa Suci Paus Leo XIV pada pidatonya di depan orang muda di Vatikan tanggal 10 Januari 2026 menyerukan suluruh umat di dunia bersatu untuk menghadapi begitu banyaknya persoalan yang menimbulkan kekuatiran.

"Bagaimana kita menghadapi begitu banyak persoalan, dengan begitu banyak kekuatiran? Bagaimana kita mengatasi kesepian, bagaimana kita bertahan? Jawabnya: we are not alone. Kita tidak sendirian!," seru Paus Leo XIV pada waktu itu. 

Menjawab seruan Paus Leo XIV tersebut, umat Katolik di Kuasi Paroki St Paulus Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, hari ini, Rabu, 14 Januari 2026, yang diwakili oleh Ketua Panitia Natal, Sie Dekorasi Natal, dan Bidang Pelayanan bekerjasama dengan Ansor dan Banser Wilayah Kraksaan membagikan sembako kepada warga sekitar Gereja.

Sembako tersebut adalah hasil pembongkaran ornamen atau hiasan pohon Natal dan gua Natal di Gereja Kuasi Paroki St Paulus Kraksaan.

Dengan berakhirnya masa Natal maka, Minggu, 11 Januari 2026 seusai misa Pembabtisan Tuhan yang menandai berakhirnya masa Natal, umat bekerja sama untuk membungkus sembako yang akan dibagikan.

Sembako tersebut berisi 3 kg beras, 1 kg gula. 1 ltr minyak. 4 bungkus mie instan, 1 renteng kopi sachet, 8 sachet minuman instan jeruk, dan 8 sachet minuman instan coklat. 

Baca juga: 3 Prompt Gemini AI Ini Bisa Edit Foto Natal yang Tampak Realistis di Berbagai Tempat

Setelah memberikan sambutan, Romo Devit Setiawan Pr selaku Pastor Paroki, dan Andrik Sunyoto yang mewakili Ansor dan Banser, bersama Romo Fadjar Tedjo Soekarno Pr menyerahkan secara simbolik paket sembako itu kepada warga penerima. 

Selanjutnya pembagian sembako kepada warga yang membutuhkan dilakukan oleh anggota Banser.

“Dalam pembagian ini kami memakai sistem kupon dan warga penerima membayar Rp 15.000,00 hal ini dilakukan untuk menghindari isu kristenisasi, sekaligus menghargai martabat warga penerima bantuan,” jelas Rm Fadjar, dalam keterangannya.

Rm Fadjar menambahkan bahwa khusus untuk Ansor dan Banser tidak dipungut bayaran. “Banser dan Ansor menerima 100 bingkisan sembako, dan mereka sendiri yang mendistribusikannya kepada anggota,” imbuhnya.

Gaya hidup sederhana dan semangat berbagi

Aksi berbagi sembako hari ini merupakan akhir atau puncak dari rangkaian perayaan Natal 2025 Gereja Paroki St Paulus Kraksaan.

Mengangkat tema "Allah Hadir untuk "Menyelamatkan Keluarga", rangkaian perayaan Natal telah dipersiapkan dengan hikmat sejak 30 November 2025 yaitu pada Minggu Adven Pertama, dilanjutkan dengan Natal pada 25 Desember 2025, Oktaf Natal ditutup dengan misa Pembabtisan Tuhan, 11 Januari 2026, serta pembagian sembako hari ini.   

Konsep perayaan Natal di Gereja Katolik St Paulus Kraksaan 2025 memang cukup unik.

Simbol-simbol Natal seperti gua Natal, palungan Natal (simbol tempat makan di kandang hewan yang menjadi peraduan perdana Yesus Kristus ketika Ia dilahirkan), juga pohon Natal dihadirkan dalam dekorasi yang tidak biasa yakni memakai sembako.

Baca juga: Kumpulan Kutipan Tokoh Dunia Seputar Natal yang Penuh Makna, Cocok Ditulis di Kartu Ucapan

Kantong-kantong beras 3 kg, mie instan, gula pasir, kopi, minuman instan dan lain sebagainya, disusun rapi di depan gua / palungan Natal dan menjadi hiasan yang menarik.

“Ini adalah bentuk kepedulian umat terhadap sesama. Masih banyak orang yang membutuhkan bahan makanan, terlebih di zaman ekonomi ketat sekarang ini, sehingga sepatutnyalah umat menerapkan gaya hidup sederhana dan berbagi dengan keluarga-keluarga pra sejahtera," ungkap Rm Devit. 

Rm Fadjar pun menambahkan, dengan memanfaatkan aneka bahan makanan kering tersebut, gua dan pohon Natal ini menjadi zero waste, tidak menghasilkan sampah.

Patung-patung Natal dan lampu-lampu disimpan untuk dipakai lagi di tahun-tahun berikutnya. Aneka pot tanaman dikembalikan ke kebun gereja untuk dirawat dan dikembangbiakkan. 

“Dan sembako yang sudah selesai dipakai kita bagikan kepada keluarga pra sejahtera yang membutuhkan. Inilah bentuk kepedulian umat Katolik St Paulus terhadap kondisi lingkungan hidup di Kraksaan,” tutur Rm Fadjar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.