TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Jumlah korban keracunan makanan massal usai menyantap paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terus bertambah.
Hingga Kamis (15/1/2026) malam, tercatat total korban kini mencapai 61 orang.
Dari puluhan korban tersebut, satu pasien terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Mitra Manakarra Mamuju untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.
"Berdasarkan pembaruan data per pukul 20.00 WITA, total korban menjadi 61 orang. Rinciannya, 43 orang ditangani Puskesmas Sendana II, 14 orang rawat jalan di rumah, dan 4 orang di Puskesmas Salutambung," ujar Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulbar, dr Nursyamsi Rahim, saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).
Kondisi Pasien dan Rincian Korban
Meskipun mayoritas pasien mulai menunjukkan pemulihan, tim medis masih mengawasi beberapa kategori korban yang rentan.
Dari data terbaru, total pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 51 orang.
Namun, masih ada 3 pasien yang menjalani rawat inap di Puskesmas Sendana II, terdiri dari satu siswa perempuan, satu balita laki-laki, dan satu staf perempuan.
Berikut adalah rincian profil 61 korban keracunan di Majene:
- Balita: 28 anak (16 laki-laki, 12 perempuan)
- Siswa Sekolah: 22 anak (8 laki-laki, 14 perempuan)
- Ibu Hamil & Menyusui: 5 orang
- Guru/Staf: 6 orang
Kronologi dan Penetapan KLB
Peristiwa ini bermula pada Senin (12/1/2026) saat Yayasan Kreatif Jaya Perdana menyalurkan paket MBG ke tujuh desa di wilayah Tubo Sendana Onang.
Paket tersebut berisi nasi putih, sayur sop, ayam suwir, mie kecap, tahu, dan semangka.
Gejala keracunan seperti mual, muntah, pusing, dan diare mulai dirasakan warga secara serentak pada Senin malam.
Akibat masifnya jumlah korban dalam waktu singkat, Pemerintah Kabupaten Majene resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) sejak Selasa (13/1/2026).
dr. Nursyamsi Rahim, sebelumnya mengonfirmasi sampel makanan dan sampel muntahan pasien telah diambil Tim Gerak Cepat (TGC) untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kontaminasi.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi