Ngusaba Pitra di Dalem Puri Besakih, Dinkes Karangasem Periksa Makanan Siap Saji
January 16, 2026 12:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karangasem akan melakukan pemeriksaan terhadap makanan siap saji selama pelaksanaan karya Ngusaba Pitra di Pura Dalem Puri, Besakih, yang berlangsung pada 18–25 Januari 2026.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan, khususnya akibat konsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, mengatakan pihaknya telah menerima undangan dari Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih untuk mendukung pengamanan kesehatan selama rangkaian upacara berlangsung.

Baca juga: Usaba Pitra Yadnya Pura Dalem Puri Besakih Dimulai 18 Januari 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

“Ngusaba Pitra ini dihadiri masyarakat dari seluruh Bali, sehingga potensi terjadinya gangguan kesehatan cukup tinggi. Karena itu kami menyiapkan pengamanan kesehatan secara maksimal,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).

Dinkes Karangasem menyiagakan petugas pelayanan kesehatan dengan sistem tiga shift selama 24 jam penuh.

Selain itu, ambulans agung juga disiagakan dengan melibatkan pos kesehatan dari Kecamatan Rendang, Selat, dan Manggis.

Baca juga: PUNCAK Usaba Pitra Dilaksanakan 25 Januari, Usaba Pitra di Besakih Digelar Akhir Januari 2026

Tak hanya pelayanan medis, Dinkes Karangasem juga akan melakukan pengecekan terhadap makanan siap saji yang dijual di area pura.

Pemeriksaan dilakukan bersama Badan Pengelola, pengempon pura, serta melibatkan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Pemeriksaan dilakukan di awal, pertengahan, dan akhir pelaksanaan upacara. Kami ingin memastikan makanan yang dijual tidak mengandung pengawet atau pewarna berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan pemedek,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengawasan makanan seperti ini sebenarnya telah dilakukan secara berkesinambungan, termasuk saat rangkaian karya besar seperti Bhatara Turun Kabeh dan Ngusaba Putra.

Baca juga: TEWAS Pembalap Asal Badung di Sirkuit Landih Bangli, Sempat Ucap Mau Sembahyang ke Besakih

Menurutnya, tingginya jumlah pemedek meningkatkan risiko keracunan pangan.

Oleh karena itu, pengawasan ketat dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Selain itu, Dinkes Karangasem juga menyiapkan ruang istirahat bagi pemedek yang mengalami sesak napas atau kelelahan akibat berdesakan.

Petugas disiagakan dengan suplai oksigen, obat-obatan, serta vitamin untuk membantu menjaga kondisi kesehatan pemedek selama mengikuti upacara.

“Semua ini kami lakukan agar pelaksanaan Ngusaba Pitra berjalan lancar dan masyarakat tetap sehat,” ungkap dia. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.