TRIBUNJAMBI.COM - Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, resmi dibatalkan pada Kamis (15/1/2026).
Langkah ini diambil menyusul adanya ancaman keamanan serius serta deteksi pergerakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB.
TPNPB disebut mengincar rombongan orang nomor dua di Indonesia tersebut.
Pangdam XVII/Cenderawasih sekaligus Komandan Satgas Pengamanan VVIP, Mayjen TNI Amrin Ibrahim, menegaskan keputusan pembatalan ini merupakan saran langsung dari pihak keamanan demi keselamatan Wapres.
"Karena melihat pertimbangan keamanan di Yahukimo sampai dengan pagi ini, saya menyarankan kepada Bapak Wapres untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo."
"Berdasarkan intelijen, ada gerakan dari kelompok tidak bertanggung jawab yang membuat situasi sangat tidak memungkinkan bagi keamanan VVIP," ujar Mayjen Amrin dalam keterangannya.
Jejak Kelam Mayor Kopi Tua Heluka: Dari Kampus ke Hutan Rimba
Ancaman terhadap Wapres Gibran secara spesifik datang dari Mayor Kopi Tua Heluka, Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo.
Baca juga: TPNPB Disebut Beraksi di Papua Pegunungan saat Natal: 1 Tewas, Leher Korban Lain Alami Luka Tusuk
Baca juga: Roy Suryo Cs Sebut Gibran Harusnya Belum Lulus, Ijazah SMA Tak Setara
Baca juga: Remaja Berkonvoi Bawa Sajam di Talang Bakung Jambi Rusak Warung Warga
Pria bernama asli Penihas Heluka ini memiliki rekam jejak yang cukup mengejutkan.
Pernah terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado pada 2018, ia memilih jalan radikal dengan bergabung ke TPNPB setahun kemudian.
Namanya mencuat setelah terlibat dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Pratu Eka Johan Kaize pada November 2022.
Meski sempat divonis 13 tahun penjara oleh PN Wamena pada awal 2024, Kopi Tua berhasil melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Wamena pada Februari 2025 dengan cara memotong pagar saat hujan deras.
Sejak saat itu, ia kembali memimpin pergerakan di hutan Yahukimo, bahkan sempat terlibat perselisihan internal dengan kelompok Egianus Kogoya terkait pembagian logistik dan senjata.
Sebelum pembatalan kunjungan, Kopi Tua sempat mengklaim pasukannya telah menembak pesawat sipil yang mengangkut personel militer sebagai bentuk peringatan.
Ia mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran untuk segera menyelesaikan sengketa politik di Papua sebelum menginjakkan kaki di wilayah konflik.
Baca juga: TNI Gerebek 3 Markas TPNPB di Yahukimo: Sita Senjata Hingga Uang Tunai
Baca juga: Pesan Putra Siregar soal Kasus Kekerasan Guru Oleh Siswa di Jambi: Ilmu Takkan Berkah Tanpa Adab
"Jika melanggar, maka kami TPNPB Kodap XVI Yahukimo siap menembak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan rombongannya," ancam Kopi Tua dalam pernyataan tertulisnya.
DISCLAIMER
Baca juga: Hasil Gubernur Cup Jambi Kamis 15/1/2026 - Batang Hari dan Kota Jambi Koleksi Poin Kemenangan
Baca juga: Remaja Berkonvoi Bawa Sajam di Talang Bakung Jambi Rusak Warung Warga
Baca juga: Ruko Dua Lantai di Bangko Pintas Tebo Terbakar, Akses Jalan Jelek Penghambat Damkar Datang