Pesan Ketua MUI Kalimantan Tengah KH Khairil Anwar pada Peringatan Isra Mi'raj 2026
January 16, 2026 12:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA-  Peringatan Isra Mi'raj 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meneguhkan kembali keimanan dan meningkatkan kualitas salat di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.

Isra Mi'raj 2026 merupakan salah satu peristiwa paling bersejarah dalam Islam, karena pada momen inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat, yang awalnya ditetapkan sebanyak 50 kali dalam sehari hingga akhirnya menjadi lima waktu.

Pada tahun 2026, peringatan  Isra Mi'raj jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab dalam kalender Hijriah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Tengah, Prof. Dr. KH Khairil Anwar menegaskan, makna utama Isra Miraj bagi umat Islam saat ini ialah penguatan iman kepada Allah SWT dan totalitas kehambaan manusia kepada Sang Pencipta.

“Inti dari Isra Mi'raj 2026 adalah ujian keimanan kita terhadap kekuasaan Allah SWT, yang memperjalankan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram hingga Sidratul Muntaha,” jelas Khairil Anwar kepada TribunKalteng.com, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, frasa bi‘abdihi mengandung makna penting tentang kehambaan yang utuh dan total kepada Allah SWT, yang puncaknya diwujudkan melalui perintah salat lima waktu.

“Salat itu diterima langsung oleh Allah SWT di Sidratul Muntaha. Maka makna  Isra Mi'raj 2026 adalah bagaimana kita meningkatkan keimanan, kehambaan, dan kualitas salat kita,” ujarnya.

Khairil Anwar menilai, penguatan kualitas salat menjadi sangat relevan di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari tekanan ekonomi, bencana alam, hingga krisis moral dan akhlak.

“Salat yang khusyuk dan ikhlas itulah yang mampu menjaga seseorang dari perbuatan tercela, seperti korupsi, narkoba, pinjaman online yang menjerat, hingga penyimpangan moral lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan, Isra Mi'raj 2026 tidak hanya dipahami sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga harus diteladani dan dijadikan pedoman hidup.

“Istilah Isra adalah perjalanan horizontal, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Ini mengajarkan pentingnya membangun hubungan harmonis dengan sesama manusia dan menjaga lingkungan sebagai khalifatullah fil ardh,” katanya.

Ia menambahkan, Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi'raj 2026 juga menunjukkan teladan menjaga lingkungan dan memperkuat silaturahmi, termasuk dengan para nabi terdahulu.

Sementara itu, makna  Isra Mi'raj 2026 dipahami sebagai perjalanan vertikal yang menegaskan pentingnya hubungan manusia dengan Allah SWT.

“Mikraj menegaskan pentingnya memperkuat ibadah kepada Allah, terutama salat yang khusyuk. Salat yang khusyuk itulah yang bisa menjaga bangsa ini dari korupsi, keserakahan, dan kerusakan alam,” ujarnya.

Menurut Khairil Anwar, berbagai bencana seperti banjir dan kerusakan lingkungan merupakan dampak dari ketidakseimbangan dalam memperlakukan alam.

“Alam itu menjawab dengan caranya sendiri. Kalau ingin membangun, perhatikan keseimbangan alam, jangan melampaui kemampuannya,” katanya.

Terkait amalan yang dianjurkan dalam memperingati Isra Mi'raj 2026, Khairil Anwar menekankan pentingnya belajar dan membiasakan salat khusyuk sebagaimana diajarkan para ulama.

“Menurut Imam Al-Ghazali, yang pertama adalah menghadirkan hati saat salat, merasa bahwa Allah ada di hadapan kita. Salat jangan dianggap beban, tapi kebutuhan,” jelasnya.

Baca juga: Undangan Isra Miraj Terasa Berkurang, Wako Palangka Raya Pertanyakan Partisipasi Kegiatan Keagamaan

Baca juga: Libur Isra Miraj dan Imlek 2025, Aktivitas Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Berjalan Normal

Selain itu, ia juga menganjurkan konsistensi dalam ibadah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, beristighfar, menghadiri majelis taklim, dan bersedekah.

Sementara terkait doa, Khairil Anwar menyebut, umat Islam dianjurkan memohon agar tetap istiqamah dalam salat.

“Salah satu doa yang baik dibaca adalah doa Nabi Ibrahim, Rabbijalni muqimash-shalati wa min dzurriyyati rabbana wa taqabbal du‘a’,” ujarnya.

Doa tersebut bermakna permohonan agar diri dan keturunan senantiasa mendirikan salat dan mendapat ridha Allah SWT.

“Selain itu, perbanyak istighfar dan doakan keselamatan daerah, Kalimantan Tengah, serta bangsa Indonesia,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.